This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 25 Desember 2012
Definisi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Lahirnya Nama Ahlussunah Waljama'ah
Senin, 24 Desember 2012
Setting Speedy pada Modem ADSL TP-Link TD-8817
Sebelum berlanjut, saya ingin ingatkan pengetahuan dasar tentang modem terutama yang diterapkan pada mainan kita kali ini, TPLINK TD-8817. Pada dasarnya modem menjalankan tugasnya dalam (minimal) 3 mode konektivitas:
- Koneksi berbasis IP Address: maksudnya, pengguna
terkoneksi dengan jaringan internet dengan diberi IP khusus oleh pihak
ISP. Ada dua turunan dari mode ini:
- Dynamic IP Address (DHCP): di sini IP diatur oleh pihak ISP dan diperoleh secara otomatis oleh modem. Modem otomatis akan meminta dan pihak ISP akan merespon dengan memberi IP Address.
- Static IP Address: Pihak ISP mengalokasikan IP Address khusus untuk tiap pengguna. IP ini yang dimasukkan secara tetap(statis) di dalam modem dan melakukan koneksi dari IP tersebut.
- PPPoE/PPPoA: Singkatan dari Point-to-Point Protocol over Ethernet/Point-to-Point Protocol over ATM. Pada mode ini, modem melakukan proses Dial-Up dari suatu titik ke titik pusat (server ISP) melalui jaringan. Mode ini yang secara default digunakan standar operasi pemasangan modem ADSL Telkom Speedy. Nah, dalam tulisan ini saya akan fokus pada mode ini.
- Bridge: Modem berfungsi sebagai bridge, menjembatani koneksi yang dilakukan oleh PC ke server ISP. Mode ini diperlukan jika Anda memiliki router atau server yang Anda set untuk melakukan Dial-Up koneksi. Mode inilah yang dipakai jika Anda kita melakukan Setting Dial Up Speedy dengan Router Mikrotik yang pernah saya tulis sebelumnya.
Sebenarnya ada berbagai cara melakukan setting koneksi pada modem ADSL TP-Link yang kita bicarakan sekarang. Bagi Anda yang sudah mahir dan nyaman, Anda bisa langsung masukkan kode dan IP jaringan Anda. Cukup rumit memang, tapi tentu itu semua terbayar dengan kestabilan yang dapat Anda kontrol sendiri. Namun jangan khawatir, bagi Anda yang tidak mau ribet atau belum memiliki keterampilan tersebut, saya akan sampaikan cara mudah melakukan berbagai setting tersebut. Yakni dengan Wizard.
- Buka browser Anda, masukkan alamat IP modem Anda dalam Address bar browser. Default nya adalah 192.168.1.1, kemudian tekan Enter atau tombol Go.
- Ketika muncul jendela Authentification Required,
masukkan username dan password;

Default dari vendor adalah:
User Name : admin
Password : adminatau
Password : 1234
- Pada halaman utama pilih Quick Start > Run Wizard.

- Pada tampilan berikut, klik Next.

- Pilih Zona waktu menjadi (GMT+07:00) Bangkok,
Jakarta, Hanoi. Kemudian klik Next.

- Pilih tipe koneksi PPPoE/PPPoA. Kemudian klik Next.

Keterangan: Jika Anda menggunakan Router atau Server seperti mikrotik untuk melakukan Diall-Up, di sini Anda perlu memilih Bridge Mode, kemudian klik Next hingga Finish. - Pada konfigurasi berikut, masukkan:
# Username : nomerspeedyanda@telkom.net
# Password : password
# VPI: 0
# VCI : 35
# Connection Type : PPPoE LLc.
# selanjutnya klik Next

- Speedy menggunakan mode DHCP, sehingga jika Anda menggunakan setting PPPoE, Anda tidak perlu memasukkan IP statik. Modem akan meminta langsung IP yang kosong ke server Speedy.
- Untuk kolom VPI dan VCI, silakan lihat referensi Daftar VPI dan VCI untuk Modem Speedy dari Berbagai Daerah berikut, karena setting untuk tiap daerah berbeda.
- Jika Anda sudah yakin, Klik Next. Jika belum,
Anda bisa klik Back dan melakukan beberapa penyesuaian.

- Klik Close, dan Restart Modem Anda.

Selanjutnya, jika Anda bermaksud mensetting IP Addres Anda lewat:
semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya di: http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/setting-speedy-pada-modem-adsl-tp-link-td-8817/#ixzz2FwRtjxSW
Under Creative Commons License: Attribution No Derivatives
Setting Modem ADSL
Setting Modem ADSL ARTICONET ACN-100R dan ACN-110R
Untuk setting di komputer dilakukan sesuai dengan operating system yang dipakai di komputer pelanggan, disini yang dibahas khusus untuk Windows XP.
Lakukan network setting di PC (komputer) sbb :
a. Start – Control Panel – Network Connection
b. arahkan kursor pada Local Area Connection yang aktif, kemudian klik kanan dan pilih properties
c. kemudian pilih menu Internet Protocol (TCP/IP) dan klik 2X, maka akan muncul menu General.
d. Pilih Obtain an IP Address Automatically kemudian pilih Obtain DNS server address automatically, kemudian tekan tombol OK.
Panduan cara setting modem ADSL Speedy koneksi PPPoE.(PPPoE)
Setting modem dilakukan melalui browser dengan mengakses alamat http://192.168.1.1
Masukkan username dan password : admin/admin
Setelah masuk ke menu setting lakukan langkah berikut :
Masuk ke menu "Advanced Setup" kemudian pilih "WAN" dan klik tombol "Edit" disebelah kanan tabel WAN Masukkan nilai PVC Configuration : (masukkan nilainya sesuai wilayah TELKOM masing-masing daerah)
VPI = X
VCI = XX
Service Category = UBR Without PCR, kemudian klik tombol Next
Connection type = PPPoE
Encapsulation = LLC, kemudian klik tombol Next
Masukkan username dan password Speedy, kemudian klik tombol Next
Tandai atau kasih v untuk pilihan "Enable WAN Service", kemudian klik Next dan klik tombol Save
Setting PPPoE untuk koneksi Speedy telah selesai dilakukan
Selanjutnya klik tombol Save/Reboot
(Modem akan reboot -/+1 menit dan tunggu sampai modem normal kembali)
Berikut langkah setting modem ADSL Articonet untuk Dial-Up/Bridge.
Setting modem dilakukan melalui browser dengan mengakses alamat http://192.168.1.1
Masukkan username dan password : admin/admin
Setelah masuk ke menu setting lakukan langkah berikut :
Masuk ke menu "Advanced Setup" kemudian pilih "WAN" dan klik tombol "Edit" Masukkan nilai PVC Configuration : (masukkan nilainya sesuai wilayah TELKOM masing-masing daerah)
VPI = X
VCI = XX
Service Category = UBR Without PCR, kemudian klik tombol Next
Connection type = Bridging
Encapsulation = LLC, kemudian klik tombol Next
Tandai atau kasih v untuk pilihan "Enable Bridge Service", kemudian klik Next dan klik tombol Save
Setting Bridge untuk koneksi Speedy telah selesai dilakukan
Selanjutnya klik tombol Save/Reboot
(Modem akan reboot -/+1 menit dan tunggu sampai modem normal kembali)
Setting modem Articonet untuk koneksi Bridging sudah selesai, langkah berikutnya setting koneksi Dial-Up di PC/komputer.
Panduan instalasi Dial Up koneksi ADSL menggunakan Windows 2000:
1. Klik Start, klik Setting,klik Control Panel,
2. Klik Network and Dial Up Connections.
3. Klik Make New Connection, klik Next,
4. Klik Dial Up to the Internet
5. Klik I want to setup my internet manually, klik Next
6. Klik I connect through a phone line and a modem klik Next
7. Pilih dan klik modem ADSL yang sesuai
8. Isi username : 15xxxxxxxxxx@telkom.net
9. Password : xxxxxxxx
10. Klik OK dan Lanjutkan sesuai perintah yang muncul
11. Klik Finish
Panduan installasi Dial Up koneksi ADSL menggunakan Windows Xp:
1. Klik Start, klik Setting, klik Control Panel.
2. Klik Network Connection
3. Klik Create a New Connection, klik Next.
4. Klik Connect to the Internet, klik Next
5. Klik Setup my connection manually, klik Next
6. Klik Connect Using Dial Up, klik Next
7. Klik modem ADSL yang sesuai, klik Next
8. Isi username : 15xxxxxxxxxx@telkom.net dan Password : *******
9. Confirm password : xxxxxxxx
10. kemudian beri tanda v pada pilihan “Add a shortcut to the desktop screen”
11. Klik Finish
Selasa, 30 Oktober 2012
Tugas Laporan Admin Jaringan
- NAT : Secara umum digunakan untuk melakukan Network Address Translation. NAT adalah penggantian field alamat asal atau alamat tujuan dari sebuah paket.
|
Command
|
Keterangan
|
|
-A
--append
|
Perintah ini
menambahkan aturan pada akhir chain. Aturan akan ditambahkan di akhir baris
pada chain yang bersangkutan, sehingga akan dieksekusi terakhir
|
|
-D
--delete
|
Perintah ini menghapus suatu aturan pada chain. Dilakukan
dengan cara menyebutkan secara lengkap perintah yang ingin dihapus atau
dengan menyebutkan nomor baris dimana perintah akan dihapus.
|
|
-R
--replace
|
Penggunaannya
sama seperti --delete, tetapi command
ini menggantinya dengan entry yang baru.
|
|
-I
--insert
|
Memasukkan
aturan pada suatu baris di chain. Aturan akan dimasukkan pada baris yang
disebutkan, dan aturan awal yang menempati baris tersebut akan digeser ke
bawah. Demikian pula baris-baris selanjutnya.
|
|
-L
--list
|
Perintah ini
menampilkan semua aturan pada sebuah tabel. Apabila tabel tidak disebutkan,
maka seluruh aturan pada semua tabel akan ditampilkan, walaupun tidak ada
aturan sama sekali pada sebuah tabel. Command ini bisa dikombinasikan
dengan option –v (verbose), -n (numeric) dan –x (exact).
|
|
-F
--flush
|
Perintah ini
mengosongkan aturan pada sebuah chain. Apabila chain tidak disebutkan, maka
semua chain akan di-flush.
|
|
-N
--new-chain
|
Perintah tersebut akan membuat chain baru.
|
|
-X
--delete-chain
|
Perintah ini
akan menghapus chain yang disebutkan. Agar perintah di atas berhasil, tidak
boleh ada aturan lain yang mengacu kepada chain tersebut.
|
|
-P
--policy
|
Perintah ini
membuat kebijakan default pada sebuah chain. Sehingga jika ada sebuah paket
yang tidak memenuhi aturan pada baris-baris yang telah didefinisikan, maka
paket akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan default ini.
|
|
-E
--rename-chain
|
Perintah ini
akan merubah nama suatu chain.
|
- MANGLE : Digunakan untuk melakukan penghalusan (mangle) paket, seperti TTL, TOS dan MARK.
- FILTER : Secara umum, inilah pemfilteran paket yang sesungguhnya.. Di sini bisa dintukan apakah paket akan di-DROP, LOG, ACCEPT atau REJECT
|
Option
|
Command
Pemakai
|
Keterangan
|
|
-v
--verbose
|
--list
--append
--insert
--delete
--replace
|
Memberikan
output yang lebih detail, utamanya digunakan dengan --list. Jika digunakan dengan
--list, akan menampilkam K (x1.000), M (1.000.000) dan G (1.000.000.000). |
|
-x
--exact
|
--list
|
Memberikan
output yang lebih tepat.
|
|
-n
--numeric
|
--list
|
Memberikan
output yang berbentuk angka. Alamat IP dan nomor port akan ditampilkan dalam bentuk
angka dan bukan hostname ataupun nama aplikasi/servis.
|
|
--line-number
|
--list
|
Akan
menampilkan nomor dari daftar aturan. Hal ni akan mempermudah bagi kita untuk
melakukan modifikasi aturan, jika kita mau meyisipkan atau menghapus aturan
dengan nomor tertentu.
|
|
--modprobe
|
All
|
Memerintahkan
IPTables untuk memanggil modul tertentu. Bisa digunakan bersamaan dengan
semua command.
|
|
Match
|
Keterangan
|
|
-p
--protocol
|
Digunakan untuk mengecek tipe protokol tertentu. Contoh protokol yang
umum adalah TCP, UDP, ICMP dan ALL. Daftar protokol bisa dilihat pada /etc/protocols.
Tanda inversi
juga bisa diberlakukan di sini, misal kita menghendaki semua protokol kecuali
icmp, maka kita bisa menuliskan --protokol ! icmp yang berarti semua kecuali icmp.
|
|
-s
--src
--source
|
Kriteria ini digunakan untuk mencocokkan paket berdasarkan alamat IP
asal. Alamat di sini bisa berberntuk alamat tunggal seperti 192.168.1.1, atau
suatu alamat network menggunakan netmask misal 192.168.1.0/255.255.255.0,
atau bisa juga ditulis 192.168.1.0/24 yang artinya semua alamat 192.168.1.x.
Kita juga bisa menggunakan inversi.
|
|
-d
--dst
--destination
|
Digunakan untuk mecocokkan paket berdasarkan alamat tujuan. Penggunaannya sama dengan match –src
|
|
-i
--in-interface
|
Match ini berguna untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket
datang. Match ini hanya berlaku pada chain INPUT, FORWARD dan
PREROUTING
|
|
-o
--out-interface
|
Berfungsi untuk mencocokkan paket berdasarkan interface di mana paket
keluar. Penggunannya sama dengan
--in-interface. Berlaku untuk chain OUTPUT, FORWARD dan POSTROUTING |
|
Match
|
Keterangan
|
|
--sport
--source-port
|
Match ini berguna
untuk mecocokkan paket berdasarkan port asal. Dalam hal ini kia bisa
mendefinisikan nomor port atau nama service-nya. Daftar nama service
dan nomor port yang bersesuaian dapat dilihat di /etc/services.
--sport juga bisa dituliskan untuk range port tertentu.
Misalkan kita ingin mendefinisikan range antara port 22 sampai dengan 80,
maka kita bisa menuliskan --sport 22:80.
Jika bagian
salah satu bagian pada range tersebut kita hilangkan maka hal itu bisa kita
artikan dari port 0, jika bagian kiri yang kita hilangkan, atau 65535 jika
bagian kanan yang kita hilangkan. Contohnya --sport :80 artinya paket dengan port asal nol sampai dengan 80,
atau --sport 1024:
artinya paket
dengan port asal 1024 sampai dengan 65535.Match ini juga mengenal inversi.
|
|
--dport
--destination-port
|
Penggunaan match ini sama
dengan match --source-port.
|
|
--tcp-flags
|
Digunakan
untuk mencocokkan paket berdasarkan TCP flags yang ada pada paket
tersebut. Pertama, pengecekan akan mengambil daftar flag yang akan
diperbandingkan, dan kedua, akan memeriksa paket yang di-set 1, atau on.
Pada kedua list,
masing-masing entry-nya harus dipisahkan oleh koma dan tidak boleh ada spasi
antar entry, kecuali spasi antar kedua list. Match ini mengenali
SYN,ACK,FIN,RST,URG, PSH. Selain itu kita juga menuliskan ALL
dan NONE. Match ini juga bisa menggunakan
inversi.
|
|
--syn
|
Match ini akan
memeriksa apakah flag SYN di-set dan ACK dan FIN tidak di-set.
Perintah ini sama artinya jika kita menggunakan match --tcp-flags SYN,ACK,FIN SYN
Paket dengan match
di atas digunakan untuk melakukan request koneksi TCP yang baru
terhadap server
|
Ada dua macam match untuk UDP:
|
Target
|
Keterangan
|
|
-j ACCEPT
--jump ACCEPT
|
Ketika paket cocok dengan daftar match
dan target ini diberlakukan, maka paket tidak akan melalui baris-baris aturan
yang lain dalam chain tersebut atau chain yang lain yang mereferensi chain
tersebut. Akan tetapi
paket masih akan memasuki chain-chain pada tabel yang lain seperti biasa.
|
|
-j DROP
--jump DROP
|
Target ini
men-drop paket dan menolak untuk memproses lebih jauh. Dalam beberapa
kasus mungkin hal ini kurang baik, karena akan meninggalkan dead socket
antara client dan server.
Paket yang
menerima target DROP benar-benar mati dan target tidak akan mengirim
informasi tambahan dalam bentuk apapun kepada client atau server.
|
|
-j RETURN
--jump RETURN
|
Target ini
akan membuat paket berhenti melintasi aturan-aturan pada chain dimana paket
tersebut menemui target RETURN. Jika chain merupakan subchain dari
chain yang lain, maka paket akan kembali ke superset chain di atasnya
dan masuk ke baris aturan berikutnya. Apabila chain adalah chain utama
misalnya INPUT, maka paket akan dikembalikan kepada kebijakan default dari chain
tersebut.
|
|
-j MIRROR
|
Apabila kompuuter A menjalankan
target seperti contoh di atas, kemudian komputer B melakukan koneksi http ke
komputer A, maka yang akan muncul pada browser adalah website komputer B itu
sendiri. Karena fungsi utama target ini adalah membalik source address dan
destination address.
Target ini bekerja pada chain
INPUT, FORWARD dan PREROUTING atau chain buatan yang dipanggil melalui chain
tersebut.
|











