This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 04 Februari 2013

Membangun Mail Server pada Linux Redhat 9

Setelah sebelumnya saya sempat menulis cara tentang Membangun WEB Server pada Linux Redhat 9, kali ini saya akan menyambungnya dengan Membangun Mail Server pada Linux Redhat 9. Manfaat yang nantinya akan kita dapat dari membangun mail server ini adalah kita dapat berkirim e-mail pada pengguna lain layaknya seperti kita berkirim e-mail melalui yahoo, gmail, plasa, yang tentunya hanya dapat dilakukan pada lingkup jaringan Intranet ini saja.


Untuk dapat membangun Mail Server ini, anda harus membangun DNS server terlebih dahulu, dan DNS server yang sudah anda bangun harus sudah berhasil dan bisa dijalankan. Maka daripada itu, ada baiknya anda mengikuti langkah-langkah membangun server Intranet dengan redhat 9 ini secara berurutan sesuai dengan yang saya tuliskan. Mulai dari membangun DNS server, membangun DHCP server, sharing file, dan membangun WEB sever. Setiap artikelnya saling berkaitan. Jadi bila anda langsung mengikuti artikel ini tanpa memulainya dari awal, hasilnya akan sia-sia karena Mail Server ini tidak akan berjalan sama sekali.

Baiklah, langsung saja sekarang kita masuk ke langkah-langkahnya.

Setting file Postfix 

  • Buka terminal dan login sebagai root
  • Ketikkan vi /etc/postfix/main.cf. Maka akan muncul tampilan file main.cf sebagai berikut (Jangan lupa tekan tombol insert sebelum mengedit).
  • Cari script #myhostname = vitual.domain.tld. Tambahkan dibawah script myhostname = timalgrib.com tepat dibawah #myhostname = vitual.domain.tld. 
  • Tambahkan juga script mydomain = timalgrib.com tepat dibawah #mydomain = domain.tld. Lihat hasilnya seperti gambar dibawah
  • Cari script #myorigin = $mydomain. Hilangkan tanda # pada script tersebut
  • Cari script #inet_interfaces = all. Hilangkan tanda # pada script tersebut
  • Cari script mynetworks. Edit IP nya menjadi 192.168.1.0/27. 
  • Cari lagi dibawahnya script #alias_maps = hash:/etcpostfix/aliases. Hilangkan tanda # pada script tersebut
  • Cari lagi dibawahnya script #alias_database pada baris ke 311. Hilangkan tanda # pada script tersebut dan edit menjadi alias_database : hash:/etc/postfix/aliases.
 
  •  Simpan file main.cf yang sudah di edit tersebut dengan menekan tombol insert lalu tekan esc lalu ketik :wq lalu enter.
Setting imap dan ipop3
  • Ketik vi /etc/xinetd.d/imap pada terminal. Ubah script disable = yes menjadi disable = no. Tekan tombol insert untuk mengedit

  • Simpan file tersebut dengan menekan tombol insert lalu tekan esc, lalu ketik :wq dan tekan enter
  • Buka file ipop3. ketik vi /etc/xinetd.d/ipop3. Edit file tersebut hanya dengan mengubah disable = yes menjadi disable = no sama seperti mensetting file imap tadi.
  •  Simpan file tersebut
Setting Squirrelmail
  • Ketik vi /etc/squirrelmail/config.php. maka akan tampil seperti ini
  •  Edit pada bagian org_name. Edit script tersebut menjadi =>WELCOME TO mail.timalgrib.com<=
  •  Edit juga pada script $domain, isi dengan timalgrib.com. Lalu $imapServerAddress. Isi dengan mail.timalgrib.com. Dan $smtpServerAddress, isi dengan mail.timalgrib.com.
  • Save dan exit
  • restart postfix dan xinetd
  •  Konfigurasi selesai
Uji coba mail server pada server
  • Buka mozilla firefox pada redhat. Ketikkan alamat mail.timalgrib.com. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut

  • Masukkan username dan password login redhat anda untuk dapat login ke mail server tersebut.
  • Lakukan hal yang sama pada client windows XP. Masukkan alamat mail.timalgrib.com dan login dengan username dan password yang sama untuk login pada redhat




Menambah user baru
  • Buka pada main menu user and groups

  • Tambahkan user baru disana dengan mengklik add user. Masukkan username dan password nya lalu ok. Pembuatan user ini bertujuan untuk dapat login ke mail server
 
  • Kini terdapat 3 user dalam daftar tersebut. Selanjutnya kita akan mencoba mengirim e-mai dari user tignov ke user diamond
Uji coba mengirim dan menerima e-mail

  • Login sebagai tignov
  • Klik compose
  • Masukkan diamond pada bagian to
  • Tulis isi surat dengan cuma testing doang....haha
  • Klik send
  • Klik sign out untuk keluar
  • Login lagi sebagai diamond
  • Masukkan username dan password untuk login
  • Maka akan tampil e-mail masuk seperti ini

Selamat, anda telah berhasil membangun sebuah mail server

Membangun WEB Server Pada Linux Redhat 9

Web server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-h
alaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Untuk dapat membangun web server pada redhat, anda harus membangun DNS server nya terlebih dahulu. DNS server yang sudah dibuat itulah yang nantinya akan kita gunakan sebagai domain sebuah web server yang sebentar lagi akan kita bangun.
Seperti biasa, buka terminal dan login sebagai root. Caranya tinggal ketikkan "su" pada terminal (tanpa tanda petik) lalu masukkan password root lalu tekan enter.
  • Buka file httpd.conf dan setting hingga seperti dibawah ini
[root@timalgrib root]# vi /etc/httpd/conf/httpd.conf

  • cari script server admin dan edit menjadi ServerAdmin webmaster@timalgrib.com
  • Lalu cari lagi dibawahnya script ServerName. Tambahkan script ServerName timalgrib.com tepat dibawah script #ServerName new.host.name:80
  •  edit script DocumentRoot menjadi DocumentRoot "/var/www/web".

  • Kemudian cari script UserDir disable. Letaknya ada pada baris ke 373. Beri tanda #  pada script tersebut. Lalu cari lagi dibawahnya script #UserDir public_html dan hilangkan tanda # pada script tersebut. Lihat Gambar

  • Lalu cari lagi script DirectoryIndex. Letaknya ada pada baris ke 409 Tambahkan index.htm dan index.php pada script tersebut


  • Cari script NameVirtualHost pada baris ke 1027. Hilangkan tanda #, lalu edit menjadi timalgrib.com:80
  • Terus lagi ke bawah dan cari lagi script NameVirtualHost yang terletak pada baris ke 1035. Edit scriptnya dan sesuaikan seperti gambar dibawah ini (lumayan banyak sob)
  • Copy file virtualhost yang sudah diedit seperti diatas lalu pastekan tepat dibawah file tadi dan edit seperti gambar dibawah
  • Save file httpd.conf yang sudah diedit dengan menekan tombol insert lalu tekan esc lalu ketik :wq lalu tekan enter.
  • Masuk ke direktori /var/www. Lalu Buat direktori web disana, karena secara default direktori tersebut tidak ada. Direktori ini berguna untuk menyimpan file web server kita

  • ketik service httpd restart
  • Konfigurasi untuk file httpd selesai. Selanjutnya, buatlah file web sederhana yang bernama index.htm dan simpan di direktori /var/www/web. Untuk itu, ketik pada terminal vi /var/www/web/index.htm dan masukkan script ini




  • <html>


  • <body bgcolor="CCCCCC">


  • <h1><marquee>Welcome to timalgrib.com</marquee><h1></br>


  • <p1>Terima kasih telah mengunjungi website kami</p1>


  • </html>


  • Simpan script tersebut dengan menekan tombol insert lalu tekan esc kemudian ketik :wq lalu enter. Restart lah httpd dari terminal dengan mengetik service httpd restart. kemudian buka web browser dan ketikkan alamat timalgrib.com
 


 
  • Coba buka dari client windows XP. Ketikkan alamat yang sama yaitu timalgrib.com pada bagian address bar. maka akan tampil sebagai berikut
  • Bila telah muncul seperti diatas, selamat. Anda telah berhasil membangun web server sederhana pada sebuah jaringan Intranet dengan OS server Redhat 9. Anda dapat mengganti file web diatas dengan file web milik anda sendiri dan letakkan pada direktori /var/www/web. Jangan lupa untuk me-rename halaman homepage nya menjadi index.htm atau index.htm, agar file tersebut dapat dibaca oleh httpd ketika address timalgrib.com dimasukkan.

Sumber : http://tignovharli.blogspot.com/2011/02/membangun-web-server-pada-linux-redhat_2951.html

Dns Server on Centos 6

Asslam’mu alaikum wr.wb
Pembuatan dns server di centos 6 sangatlah berbeda dengan ubuntu.Oke, langsung aj y.. pada kasus kali ini kita akan membuat sebuah dns dengan ketentuan seperti di bawah ini..
host : bara-c0de.org
ip: 192.168.1.7
set configurasi static eth0 dan tambahkan dns nya…
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
NAME=eth0
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.1.7
NETWORK=192.168.1.0
NETMASK=255.255.255.0
BROADCAST=192.168.1.255
PEERDNS=yes
DNS1=192.168.1.7
ONBOOT=yes
oke ane anggap sudah mengesetnya y…

selanjutnya kita tambahkan hostname bara-c0de.org
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/sysconfig/network
NETWORKING=yes
HOSTNAME=bara-c0de.org
sekarang kita tambahkan host yg ingin kita gunakan sebagai dns server
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/hosts
192.168.1.7     bara-c0de.org   bara-c0de
127.0.0.1    localhost.localdomain   localhost
::1     bara-c0de.org   bara-c0de    localhost6.localdomain6 localhost6
Karena saat merestart daemon konfigurasi networknya konflik dengan network manager maka kita matikan terlebih dahulu
[root@bara-c0de ~]# /etc/init.d/NetworkManager stop
[root@bara-c0de ~]# /etc/init.d/network restart
kemudian install bind9nya
[root@bara-c0de ~]# yum install bind*
Tambahakan query pada port 53 di named.conf
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/named.conf
options {
listen-on port 53 { localhost;192.168.1.7; };
#listen-on-v6 port 53 { ::1; };
directory     ”/var/named”;
dump-file     ”/var/named/data/cache_dump.db”;
statistics-file “/var/named/data/named_stats.txt”;
memstatistics-file “/var/named/data/named_mem_stats.txt”;
allow-query     { any; };
recursion yes;
pada tulisan yg tercetak tebal adalah penambahan configurasinya kemudian save.
sekarang kita tambahakan query nya
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/named.rfc1912.zones
zone “localdomain.localhost” IN {
    type master;
    file “named.localhost”;
    allow-update { none; };
};
zone “localhost” IN {
type master;
file “named.localhost”;
allow-update { none; };
};
zone “1.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.ip6.arpa” IN {
type master;
file “named.loopback”;
allow-update { none; };
};
zone “1.0.0.127.in-addr.arpa” IN {
    type master;
    file “named.loopback”;
   allow-update { none; };
};
zone “0.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “named.empty”;
allow-update { none; };
};
Nah,sekarang kita ganti text yg tercetak tebal dengan di bawah ini dan kemudian save jika telah selesai.
#ganti untuk localdomain.localhost
zone “bara-c0de.org” IN {
type master;
file “bara.zone”;
allow-update { none; };
};
#ganti untuk yg .10.0.127.in-addr.arpa
zone “1.168.192.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “bara.rev”;
allow-update { none; };
};
sekarang kita buat file bara.zone dan bara.rev nya..masuk ke directori named..
[root@bara-c0de ~]# cd /var/named/
[root@bara-c0de named]# cp named.localhost bara.zone
[root@bara-c0de named]# cp named.loopback bara.rev
ubah konfigurasi bara.zone n bara.rev hingga seperti di bawah ini:
[root@bara-c0de named]# nano bara.zone
$TTL 1D
@ IN SOA bara-c0de.org. root.bara-c0de.org. (
0    ; serial
1D    ; refresh
1H    ; retry
1W    ; expire
3H )    ; minimum
IN    NS    bara-c0de.org.
IN    A    192.168.1.7
www     IN    A    192.168.1.7

[root@bara-c0de named]# nano bara.rev
$TTL 1D
@ IN SOA bara-c0de.org. root.bara-c0de.org. (
0    ; serial
1D    ; refresh
1H    ; retry
1W    ; expire
3H )    ; minimum
IN    NS    bara-c0de.org.
7    IN    PTR     bara-c0de.org.

[root@bara-c0de named]# chgrp named bara.zone
[root@bara-c0de named]# chgrp named bara.rev
save configurasi nya… sekarang  tinggal kita jalankan service dan setting dns nya…
[root@bara-c0de named]# /etc/init.d/named restart
[root@bara-c0de named]# nano /etc/resolv.conf
search bara-c0de.org
nameserver 192.168.1.7
sekarang tinggal test dns server nya..Jika tidak terjadi kesalahan dan tampilan seperti di bawah ini, maka konfigurasi telah  berhasil…
[root@bara-c0de named]# nslookup bara-c0de.org
Server:        192.168.1.7
Address:    192.168.1.7#53
Name:    bara-c0de.org
Address: 192.168.1.7
Nah, itu tadi configurasi dns server on centos 6… selamat mencoba dan semoga bermanfaat..
wassalam’mu alaikum wr.wb

Setting DNS di Red Hat Linux 9

s
Cara Membuat DNS Server di Linux Red Hat 9

Pertama install RedHat Linux 9 terlebih dahulu dan setting ip address.
Install Paket bind.
Masuk konfigurasi named dengan perintah :
# vi /etc/named.conf
Tambahkan zona forward dan reverse
Untuk zona forward tambahkan :
zone "zainul.com" IN {    (ganti dengan nama domain yang anda buat)
            type master;
            file "forward";
            allow-update { none;  };
};


Untuk zone reverse :
zone "21.168.192.in-addr.arpa" IN {    (ganti dengan nomor ip address untuk DNS dan dengan catatan nomor ip ditulis dari belakang misal : 192.168.21.1 (ip yang digunakan untuk DNS) dan tulis terbalik menjadi 21.168.192 (nomor ip 1 tidak perlu ditulis))
            type master;
            file "reverse";

            allow-update { none;  };
};
Kemudian simpan dengan tekan ESC (:wq) Enter.



Buat direktori zona forward dan reverse
Masuk direktori penyimpanan named :
# cd /var/named/
# ls (untuk melihat isi named)
Buat direktori zona forward dan reverse dengan cara mengkopi file yang ada
# cp localhost.zone forward 
# cp named.local reverse


Masuk file forward
# vi forward
Kemudian Edit seperti gambar di bawah.
Tekan tombol Insert.
STTL 1W
@                     1D  IN     SOA    zainul.com.  (dns anda.)        root.zainul.com. (      (root.dns anda.)
                                                               42 ; serial (d. adams)
                                                                3H ; refresh
                                                               15M ; retry
                                                               1W ; expiry
                                                               1D ; minimum

@            1D IN NS          zainul.com. (domain anda.)
ns            1D IN A            192.168.21.1 (ip dns anda)
@            1D IN A            192.168.21.1 (ip dns anda)
www        1D IN A            192.168.21.1 (ip dns anda)

Kemudian simpan Esc ketik (:wq) enter.

Masuk file reverse
# vi reverse
Kemudian Edit seperti gambar di bawah.
Tekan tombol Insert.

STTL 1W
@            IN                 SOA           zainul.com. (dns anda.)      root.zainul.com. (     (root.dns anda.)
                                                                       

@                         IN                NS               zainul.com. (domain anda.)
1 (ip dns server) IN                PTR             zainul.com. (ns.domain anda.)

Kemudian simpan Esc ketik (:wq) enter.


Kemudian masuk resolv dengan perintah :
# vi /etc/resolv.conf
Tambahkan dengan tekan Insert
search zainul.com  (domain anda)
nameserver 192.168.21.1  (ip dns anda)

Kemudian simpan Esc ketik (:wq) enter.

Restart Named
# service named restart
Coba cek apakah sudah berhasil
# nslookup
> zainul.com (domain anda)
Jika  berhasil akan teridentifikasi nama domain dan ip domain seperti gambar dibawah.

Jumat, 01 Februari 2013

Membuat User Account Di Linux Centos 5.6

adduser
Perintah adduser digunakan untuk menambahkan user.
Biasanya hanya dilakukan oleh root untuk menambahkan user atau account yg baru. Setelah perintah ini bisa dilanjutkan dengan perintah passwd, yaitu perintah untuk membuat password bagi user tersebut. Contoh:# adduser udin # passwd udin
Perhatikan bahwa semua perintah yang membutuhkan akses root, di sini saya tulis dengan dengan menggunakan tanda #, untuk memudahkan Anda membedakannya dengan perintah yang tidak perlu akses root.

Contoh Kita Membuat User Account Baru Denga Nama Adzil

Masuk Dulu Ke Terminal (alt + F2) -->Isikan Xterm Baru Deh Cara Dibawah Ini

[jalawave@localhost Jalawave]$su -l

password:*****

[jalawave@localhost]# adduser Adzil( Membuat User Acoount Baru user dengan nama Rita)

[jalawave@localhost]$ Passwd Adzil ( Membuat Password Baru user dengan nama Rita

New Unix Password : ****** (isi Password )

Retype Unix Password :******(ulangi password Yang sama)

Kalau Sudah Sucesfully Berarti Andah Tealah Berhasil Membuat User Account Dengan Nama Adzil

Rabu, 30 Januari 2013

Perintah-perintah Dasar MySQL

1. Install Apache (httpd), PHP, MySQL (server and client)

#yum -y install httpd php mysql mysql-server php-mysql

2. Configure the new services to start automatically

#/sbin/chkconfig httpd on
#/sbin/chkconfig --add mysqld [ini tidak diperlukan di FC4 keatas]
#/sbin/chkconfig mysqld on

#/sbin/service httpd start
#/sbin/service mysqld start

3. Ganti password mysql

#mysqladmin -u root password 'new-password' [quotes are required]

4. Untuk keperluan security

#mysql -u root -p

maka MySQL siap untuk digunakan. Penulis menggunakan Linux Centos 5 dan MySQL versi 5.0 di dalam tutorial ini.

1. Mengecek Paket MySQL
Untuk mengecek paket-paket MySQL, ketikkan perintah:

#rpm –qa | grep mysql

2. Melihat versi MySQL
Untuk melihat versi MySQL yang ada dalam sistem, ketikkan:

#mysql –version

3. Masuk ke MySQL
Ketikkan mysql pada sistem agar kita bisa masuk ke dalam database MySQL.
masih belum bisa masuk ya klo gitu ketikkan

#mysql -u root -p

4. Melihat Database
Untuk melihat database apa yang di MySQL, ketikkan:

> show databases;

5. Membuat Database baru
Untuk membuat database baru, ketikkan perintah:

> create database nama_database;

Ingat: nama_database dirubah menjadi nama database sesuai dengan anda. Dalam tutorial ini kita akan membuat database latihan, sehingga perintahnya menjadi:

> create database latihan;

6. Menggunakan Database;
Untuk menggunakan database yang ada di MySQL, ketikkan perintah:

> use nama_database;

Karena kita telah membuat database latihan, maka kita akan menggunakan database ini, sehingga perintah tersebut menjadi:

> use latihan;

7. Membuat Table
Di dalam database latihan, kita akan membuat tabel-tabel dengan format:

> create table nama_tabel (nama_data tipe_data (panjang_karakter), ...);

Tipe-tipe data pada MySQL bermacam-macam dan dapat dilihat lengkap di sini. panjang_karakter merupakan jumlah karakter maksimum yang ditampung di dalam sebuah field. Kali ini, kita akan membuat tabel alamat yang berisi field no, nama, alamat, kota, telepon.

8. Melihat Table
Untuk melihat table yang sudah kita buat, ketikkan perintah:

> show tables;

Namun, untuk melihat sebuah table yang lebih lengkap beserta tipe-tipe datanya, ikuti format berikut:

> describe nama_table;
Dalam kasus kita,

> describe alamat;

9. Merubah Nama Field
Apabila kita ingin merubah nama field pada tabel yang sudah jadi, maka harus mengikuti format:

> alter table nama_table change nama_field_lama nama_field_baru tipe_data(panjang_karakter);

Pada perintah ini, tipe_data dan panjang_karakter dapat dirubah. Dalam kasus kita:

> alter table alamat change no nomor varchar(10);

Untuk melihatnya apa yang telah kita rubah, ketikkan:

> describe alamat;

10. Merubah Tipe Data
Jika kita ingin merubah tipe data sebuah field, maka harus mengikuti format:

> alter table nama_table modify nama_field tipe_data_baru(panjang_karakter);

Dalam kasus kita:

> alter table alamat modify kota varchar(17);

11. Menambah Kolom/Field
Format untuk menambah kolom/field pada sebuah tabel adalah:

> alter table nama_table add field_baru tipe_data(panjang_karakter);

Dalam kasus kita:

> alter table alamat add email varchar(20);

12. Menghapus Field/Kolom
Format untuk menghapus kolom/field pada sebuah tabel adalah:

> alter table nama_table drop nama_field;

Dalam kasus kita:

> alter table alamat drop email;

13. Mengganti Nama Tabel
Format untuk mengganti nama tabel adalah:

> alter table nama_table_lama rename nama_table_baru;

Dalam kasus kita:

> alter table alamat rename teman;

14. Memasukkan Data-Data
Format untuk memasukkan data-data pada sebuah tabel adalah:

> insert into nama_table values ('data_field_1','data_field_2',...);

Dalam kasus kita:

14. Mengubah Data-Data
Format untuk merubah data-data pada sebuah tabel adalah:

> update nama_table set nama_field='isian_baru' where nama_field_lain='isi_field_tersebut';

Contoh:

> update teman set nama='hari irah' where no=2;

maka nama seseorang yang berada di nomor 2 akan berubah menjadi hari irah.

15. Melihat Data-Data
Format umum untuk melihat data-data pada sebuah tabel adalah:

> select nama_field from nama_table where nama_field_lain='isi_field_tersebut';

Agar bisa lebih mengerti dengan pembahasan ini, cobalah tambah beberapa data seperti pada poin 13 dengan beberapa field memiliki nilai yang sama. Karena untuk melihat table memiliki banyak format, maka kita bisa melihat sebuah tabel dengan berbagai macam cara, seperti:
a. Menampilkan semua kolom
Format:

> select * from nama_table;

Contoh:

> select * from teman;

b. Menampilkan kolom tertentu
Format:

> select nama_field from nama_table;

Contoh:

> select nama, telepon from alamat;

c. Menampilkan kolom tertentu dengan kondisi tertentu
Format:

> select nama_field from nama_table where nama_field_lain='isi_field_tersebut';

Contoh:

> select nama from teman where kota='jakarta';

d. Menghindari Pengulangan Data Pada Kolom
Format:

> select distinct nama_field from nama_table;
Contoh:

> select distinct kota from teman;

e. Membatasi data yang ditampilkan
Format:

> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table limit dari_baris,sampai_baris;

Contoh kita akan menampilkan data yang dimulai dari baris kedua sampai keenam, maka perintahnya adalah:

> select * from teman limit 2,6;

f. Mengurutkan data
Format:

> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table order by nama_field klausa;

Klausa format ini ada 2 yaitu asc yaitu akan mengurutkan data naik dari yang terkecil dan desc yaitu kebalikannya.

g. Menggabungkan beberapa kondisi
Format:

> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table where nama_field=’isi_field’ operator_logika nama_field=’isi_field’;

Opearator_logika disini ada 2 yaitu and dan or. Untuk melihat perbedaan diantara keduanya, perhatikan gambar dibawah ini:

h. Memberi batas data
Format:

> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table where nama_field between isi_field and isi_field;

i. Mencari Data Dengan Kriteria Tertentu
Format:

> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table where nama_field like ‘%’;

‘%’ ada 3 macam, yaitu:
‘keyword%’ : Mencari data yang diawali dengan keyword
‘%keyword’ : Mencari data yang diakhiri dengan keyword
‘%keyword%’ : Mencari data yang mengandung keyword

j. Menghitung Sejumlah nilai (Fungsi Agregat)
Nama Fungsi Deskripsi

SUM() Menghitung jumlah nilai pada suatu kolom
AVG() Menghitung nilai rata-rata pada suatu kolom
MAX() Mencari nilai maksimal pada suatu kolom
MIN() Mencari nilai minimal pada suatu kolom
COUNT() Menghitung jumlah baris pada suatu kolom

16. Menghapus Tabel
Format:

> drop table nama_table;

Dalam kasus kita:

> drop table alamat;

17. Menghapus Database

Format:

> drop database nama_database;

Dalam kasus kita:

> drop database latihan;

18. Keluar dari MySQL
Format:

> quit;

atau

> exit;

Standar Susunan Kabel UTP

 

Standar Susunan Kabel UTP:  Seringkali kita  menghadapi  masalah  yang  terlihat sepele, namun dapat mengakibatkan kesalahan yang fatal di kemudian hari. Untuk sebagian orang memasangkan kabel UTP dengan konektor RJ45 asal kedua ujungnya memiliki susunan  warna yang sama, sudah pasti bukan masalah. Namun dalam membangun sebuah jaringan komputer yang besar dan kompleks yang mengikut sertakan banyak orang, tentulah hal tersebut dapat menjadikan suatu masalah dan pasti akan terjadi kebingungan. Maka dari itu haruslah dilakukan standarisasi pemasangan. Kita tidak usah susah-susah menciptakan aturan standard sendiri, karena sudah ada lembaga yang mengatur hal tersebut yaitu TIA/EIA, http://www.tiaonline.org/standards/catalog/ dan tinggal kita mengikutinya.
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang sering digunakan untuk jaringan komputer adalah kabel UTP categori 5 (UTP Cat 5) yang secara praktis dapat mendukung transfer data sampai 100 Mbps. UTP Cat 5 terdiri dari 4 pasang kabel berwarna atau 8 kabel tunggal. Warna-warna kabel tersebut adalah sbb:
  • Pasangan 1: Putih-Biru dan Biru
  • Pasangan 2: Putih-orange dan Orange
  • Pasangan 3: Putih-Hijau dan Hijau
  • Pasangan 4: Putih-Coklat dan Coklat
Jenis Kabel
Susunan kabel UTP terdiri dari 2 jenis, yaitu:
  1. Straight (lurus), biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat yang berbeda, misalnya: komputer ke hub, komputer ke switch.
  2. Cross (silang), biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat yang sama, misalnya: komputer ke komputer, hub ke hub, switch ke switch.
Standar Susunan Kabel Straight (Lurus)
Untuk standar urutan kabel straight susunan pada kedua ujung sama, yaitu:
  1. Putih-orange
  2. Orange
  3. Putih-hijau
  4. Biru
  5. Putih-biru
  6. Hijau
  7. Putih-coklat
  8. Coklat
Gambar susunan kabel straight
Standar Susunan Kabel Cross (Silang)
Untuk standar urutan kabel cross susunan pada kedua ujung berbeda, yaitu:
Ujung pertama sama dengan susunan kabel straight:
  1. Putih-orange
  2. Orange
  3. Putih-hijau
  4. Biru
  5. Putih-biru
  6. Hijau
  7. Putih-coklat
  8. Coklat
Ujung kedua, pin 1 dan 3 tukar posisi, pin 2 dan 6 tukar posisi:
  1. Putih-hijau
  2. Hijauh
  3. Putih-orange
  4. Biru
  5. Putih-biru
  6. Orange
  7. Putih-coklat
  8. Coklat
Gambar susunan kabel cross ujung pertama
Gambar susunan kabel cross ujung kedua
Itulah tadi 2 standar susunan kabel UTP yang umum digunakan oleh para teknisi jaringan komputer. Semoga tulisan saya ini bisa membantu teman-teman yang membutuhkan.

Installing MySQL di CentOS 5.4

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu bukalah sebuah terminal kemudian ganti akses user anda menjadi super user atau root dengan mengetikkan perintah su - kemudian isikan password user root yang terdapat pada sistem anda. Jika sudah, sekarang mari kita install MySQL dengan menggunakan yum dengan cara seperti dibawah ini :

[root@localhost ~]# yum install mysql mysql-server
Loaded plugins: fastestmirror
Loading mirror speeds from cached hostfile
 * addons: ftp.oss.eznetsols.org
 * base: ftp.oss.eznetsols.org
 * extras: ftp.oss.eznetsols.org
 * updates: ftp.oss.eznetsols.org
Setting up Install Process
Resolving Dependencies
--> Running transaction check
---> Package mysql-server.i386 0:5.0.77-4.el5_4.1 set to be updated
--> Processing Dependency: mysql = 5.0.77-4.el5_4.1 for package: mysql-server
--> Processing Dependency: libmysqlclient.so.15(libmysqlclient_15) for package: mysql-server
--> Processing Dependency: libmysqlclient_r.so.15(libmysqlclient_15) for package: mysql-server
--> Processing Dependency: libmysqlclient.so.15 for package: mysql-server
--> Processing Dependency: libmysqlclient_r.so.15 for package: mysql-server
--> Processing Dependency: perl-DBD-MySQL for package: mysql-server
--> Running transaction check
---> Package mysql.i386 0:5.0.77-4.el5_4.1 set to be updated
---> Package perl-DBD-MySQL.i386 0:3.0007-2.el5 set to be updated
--> Finished Dependency Resolution

Dependencies Resolved

=================================================================================================
 Package                   Arch            Version                      Repository          Size
=================================================================================================
Installing:
 mysql-server              i386            5.0.77-4.el5_4.1             updates            9.8 M
Installing for dependencies:
 mysql                     i386            5.0.77-4.el5_4.1             updates            4.8 M
 perl-DBD-MySQL            i386            3.0007-2.el5                 base               148 k

Transaction Summary
=================================================================================================
Install      3 Package(s)         
Update       0 Package(s)         
Remove       0 Package(s)         

Total download size: 15 M
Is this ok [y/N]: y
Downloading Packages:
(1/3): perl-DBD-MySQL-3.0007-2.el5.i386.rpm                               | 148 kB     00:11     
(2/3): mysql-5.0.77-4.el5_4.1.i386.rpm                                    | 4.8 MB     06:33     
(3/3): mysql-server-5.0.77-4.el5_4.1.i386.rpm                             | 9.8 MB     06:21     
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Total                                                             19 kB/s |  15 MB     13:17     
Running rpm_check_debug
Running Transaction Test
Finished Transaction Test
Transaction Test Succeeded
Running Transaction
  Installing     : mysql                                                                     1/3 
  Installing     : perl-DBD-MySQL                                                            2/3 
  Installing     : mysql-server                                                              3/3 

Installed:
  mysql-server.i386 0:5.0.77-4.el5_4.1                                                           

Dependency Installed:
  mysql.i386 0:5.0.77-4.el5_4.1                perl-DBD-MySQL.i386 0:3.0007-2.el5               

Complete!
[root@localhost ~]#

Setelah proses installasi selesai, sekarang mari kita install tabel-tabel yang berhubungan dengan MySQL dengan menjalankan perintah /etc/init.d/mysqld start seperti dibawah ini : 

[root@localhost ~]# /etc/init.d/mysqld start
Initializing MySQL database:  Installing MySQL system tables...
100209  9:21:00 [Warning] option 'max_join_size': unsigned value 18446744073709551615 adjusted to 4294967295
100209  9:21:00 [Warning] option 'max_join_size': unsigned value 18446744073709551615 adjusted to 4294967295
OK
Filling help tables...
100209  9:21:01 [Warning] option 'max_join_size': unsigned value 18446744073709551615 adjusted to 4294967295
100209  9:21:01 [Warning] option 'max_join_size': unsigned value 18446744073709551615 adjusted to 4294967295
OK

To start mysqld at boot time you have to copy
support-files/mysql.server to the right place for your system

PLEASE REMEMBER TO SET A PASSWORD FOR THE MySQL root USER !
To do so, start the server, then issue the following commands:
/usr/bin/mysqladmin -u root password 'new-password'
/usr/bin/mysqladmin -u root -h localhost.localdomain password 'new-password'

Alternatively you can run:
/usr/bin/mysql_secure_installation

which will also give you the option of removing the test
databases and anonymous user created by default.  This is
strongly recommended for production servers.

See the manual for more instructions.

You can start the MySQL daemon with:
cd /usr ; /usr/bin/mysqld_safe &

You can test the MySQL daemon with mysql-test-run.pl
cd[root@localhost martin]# /sbin/chkconfig mysqld --level 2345 on mysql-test ; perl mysql-test-run.pl

Please report any problems with the /usr/bin/mysqlbug script!

The latest information about MySQL is available on the web at

http://www.mysql.com

Support MySQL by buying support/licenses at http://shop.mysql.com
                                                           [  OK  ]
Starting MySQL:                                            [  OK  ]
[root@localhost ~]#
 
Proses inisialisasi tabel untuk MySQL sudah selesai, sekarang mari kita setting password untuk user root MySQL dan sekaligus menkonfigurasi agara setiap kali boot service MySQL ini dijalankan dengan menggunakan perintah seperti dibawah ini:

[root@localhost ~]# /usr/bin/mysqladmin -u root password 'admin'
[root@localhost ~]# /sbin/chkconfig mysqld --level 2345 on
 
Dan untuk mengetes apakah installasi dan konfigurasi MySQL kita sukses atau tidak, sekarang coba-lah untuk login dengan mengetikkan perintah seperti dibawah ini :

[root@localhost ~]# mysql -u root -padmin
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 3
Server version: 5.0.77 Source distribution

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the buffer.

mysql>
 
Service MySQL kita sudah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, nah sekarang mari kita lanjutkan pekerjaan masing-masing yang berhubungan dengan DataBase MySQL :)   :D