This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 05 Februari 2013

Step by Step Instalasi Linux CentOS 6.2

Tak bisa dipungkiri Red Hat Enterprise Linux (RHEL) hingga kini masih menjadi distro Linux terbaik di pasar server. Popularitas RHEL di lingkungan enterprise tentu saja membuka kesempatan bagi para Linuxer. Mereka yang punya kemampuan dan menguasai server RHEL pasti akan lebih mudah mendapatkan kesempatan kerja. Jadi tak ada ruginya kalau belajar RHEL. Sayangnya RHEL itu tidak gratis, kita harus menjadi pelanggan Red Hat untuk mendapatkannya. Namun bukan dunia free/open source software namanya kalau tidak ada solusi. Seiring dengan popularitas RHEL beberapa distro turunan dengan basis kode sama bermunculan. Sebut saja CentOS, Scientific Linux, atau Oracle Linux. Belajar menggunakan distro-distro ini tak ada ubahnya menggunakan RHEL, minus dukungan dari Red Hat.

Salah satu tahap awal untuk belajar distro Linux apapun, termasuk CentOS adalah mencoba instalasi distro tersebut. Bisa menggunakan mesin fisik atau menggantinya dengan solusi virtual machine seperti VirtualBox. Di artikel-artikel sebelumnya kita sudah membahas bagaimana instalasi VirtualBox di Debian dan bagaimana cara membuat virtual machine baru. Dan berikut adalah step by step instalasi CentOS 6.2.
  1. Boot komputer menggunakan CD instalasi CentOS 6.2 yang dapat diunduh dari sini. Jika memilih menggunakan versi Live CD, mulai instalasi dengan klik pada shortcut Install to Hard Drive di desktop.
  2. Wizard instalasi CentOS 6.2 akan dijalankan. Klik Next untuk melanjutkan.
  3. Pilih jenis papan ketik yang sesuai. Di Indonesia kebanyakan menggunakan jenis U.S. English. Lanjutkan ke langkah berikutnya dengan klik Next.
  4. CentOS 6.2 dapat di-install menggunakan media penyimpanan biasa (hard disk yang terpasang di komputer lokal) atau media penyimpanan khusus semisal SAN (Storage Area Network). Jika menggunakan hard disk di komputer lokal, pilih Basic Storage Devices. Sebaliknya pilih Specialized Storage Devices jika hendak meng-install di SAN. Klik Next untuk melanjutkan.
  5. Tentukan nama host untuk komputer, lalu klik Next untuk masuk ke langkah berikutnya.
  6. Pilih zona waktu yang sesuai dengan lokasi instalasi. Klik Next untuk melanjutkan.
  7. Masukkan password untuk root di kotak isian Root Password dan konfirmasi di kotak isian di bawahnya. Pilih password yang cukup panjang dan kompleks tapi mudah diingat. Lanjutkan dengan klik tombol Next.
  8. Pilih jenis partisi untuk instalasi. Untuk kebebasan menentukan sendiri tata letak dan ukuran partisi pilih Create Custom Layout. Empat pilihan lainnya akan menyerahkan pembuatan partisi ke installer, bahkan mungkin menghapus data yang ada di hard disk. Klik Next untuk mulai membuat partisi.
  9. Pilih device dengan label Free, lalu klik Create untuk membuat partisi baru.
  10. Wizard pembuatan partisi baru akan muncul. Pertama sekali, tentukan jenis partisi apakah akan menggunakan partisi standar, RAID software, atau LVM. Pilihan RAID dan LVM membutuhkan konfigurasi yang cukup rumit sehingga kurang cocok untuk pemula. Klik Create setelah memilih jenis partisi.
  11. Tentukan Mount Point, File System Type, dan Size (MB) pada dialog Add Partition. Sebagai contoh kita akan membuat partisi yang akan dikaitkan (mount) di /boot dengan ukuran 200 MB. Klik OK untuk menambahkan partisi.
  12. Ulangi langkah 9 s.d. 11 di atas untuk membuat partisi / dengan file system ext4 ukuran 5100 MB dan partisi swap berukuran 2891 MB. Sehingga kita akan mempunyai tiga partisi seperti berikut. Klik Next untuk melanjutkan.
  13. Pilih Write changes to disk untuk mengonfirmasi pembuatan partisi dan menuliskan perubahannya ke hard disk.
  14. Ganti lokasi instalasi boot loader jika diperlukan. Kita juga dapat menetapkan password untuk boot loader. Klik Next untuk melanjutkan.
  15. Instalasi CentOS 6.2 akan berlangsung beberapa waktu. Tunggu hingga proses penyalinan sistem ke hard disk selesai.
  16. Instalasi CentOS 6.2 selesai. Kita dapat menutup wizard instalasi dan menghidupkan ulang (reboot) komputer ke sistem operasi CentOS 6.2 yang baru selesai di-install.
Langkah selanjutnya akan dilanjutkan setelah kita masuk ke sistem operasi CentOS 6.2. Sebelum dapat benar-benar menggunakannya kita masih harus melakukan pengaturan lebih lanjut seperti pembuatan user, pengaturan tanggal, dll.

Senin, 04 Februari 2013

Membangun Mail Server pada Linux Redhat 9

Setelah sebelumnya saya sempat menulis cara tentang Membangun WEB Server pada Linux Redhat 9, kali ini saya akan menyambungnya dengan Membangun Mail Server pada Linux Redhat 9. Manfaat yang nantinya akan kita dapat dari membangun mail server ini adalah kita dapat berkirim e-mail pada pengguna lain layaknya seperti kita berkirim e-mail melalui yahoo, gmail, plasa, yang tentunya hanya dapat dilakukan pada lingkup jaringan Intranet ini saja.


Untuk dapat membangun Mail Server ini, anda harus membangun DNS server terlebih dahulu, dan DNS server yang sudah anda bangun harus sudah berhasil dan bisa dijalankan. Maka daripada itu, ada baiknya anda mengikuti langkah-langkah membangun server Intranet dengan redhat 9 ini secara berurutan sesuai dengan yang saya tuliskan. Mulai dari membangun DNS server, membangun DHCP server, sharing file, dan membangun WEB sever. Setiap artikelnya saling berkaitan. Jadi bila anda langsung mengikuti artikel ini tanpa memulainya dari awal, hasilnya akan sia-sia karena Mail Server ini tidak akan berjalan sama sekali.

Baiklah, langsung saja sekarang kita masuk ke langkah-langkahnya.

Setting file Postfix 

  • Buka terminal dan login sebagai root
  • Ketikkan vi /etc/postfix/main.cf. Maka akan muncul tampilan file main.cf sebagai berikut (Jangan lupa tekan tombol insert sebelum mengedit).
  • Cari script #myhostname = vitual.domain.tld. Tambahkan dibawah script myhostname = timalgrib.com tepat dibawah #myhostname = vitual.domain.tld. 
  • Tambahkan juga script mydomain = timalgrib.com tepat dibawah #mydomain = domain.tld. Lihat hasilnya seperti gambar dibawah
  • Cari script #myorigin = $mydomain. Hilangkan tanda # pada script tersebut
  • Cari script #inet_interfaces = all. Hilangkan tanda # pada script tersebut
  • Cari script mynetworks. Edit IP nya menjadi 192.168.1.0/27. 
  • Cari lagi dibawahnya script #alias_maps = hash:/etcpostfix/aliases. Hilangkan tanda # pada script tersebut
  • Cari lagi dibawahnya script #alias_database pada baris ke 311. Hilangkan tanda # pada script tersebut dan edit menjadi alias_database : hash:/etc/postfix/aliases.
 
  •  Simpan file main.cf yang sudah di edit tersebut dengan menekan tombol insert lalu tekan esc lalu ketik :wq lalu enter.
Setting imap dan ipop3
  • Ketik vi /etc/xinetd.d/imap pada terminal. Ubah script disable = yes menjadi disable = no. Tekan tombol insert untuk mengedit

  • Simpan file tersebut dengan menekan tombol insert lalu tekan esc, lalu ketik :wq dan tekan enter
  • Buka file ipop3. ketik vi /etc/xinetd.d/ipop3. Edit file tersebut hanya dengan mengubah disable = yes menjadi disable = no sama seperti mensetting file imap tadi.
  •  Simpan file tersebut
Setting Squirrelmail
  • Ketik vi /etc/squirrelmail/config.php. maka akan tampil seperti ini
  •  Edit pada bagian org_name. Edit script tersebut menjadi =>WELCOME TO mail.timalgrib.com<=
  •  Edit juga pada script $domain, isi dengan timalgrib.com. Lalu $imapServerAddress. Isi dengan mail.timalgrib.com. Dan $smtpServerAddress, isi dengan mail.timalgrib.com.
  • Save dan exit
  • restart postfix dan xinetd
  •  Konfigurasi selesai
Uji coba mail server pada server
  • Buka mozilla firefox pada redhat. Ketikkan alamat mail.timalgrib.com. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut

  • Masukkan username dan password login redhat anda untuk dapat login ke mail server tersebut.
  • Lakukan hal yang sama pada client windows XP. Masukkan alamat mail.timalgrib.com dan login dengan username dan password yang sama untuk login pada redhat




Menambah user baru
  • Buka pada main menu user and groups

  • Tambahkan user baru disana dengan mengklik add user. Masukkan username dan password nya lalu ok. Pembuatan user ini bertujuan untuk dapat login ke mail server
 
  • Kini terdapat 3 user dalam daftar tersebut. Selanjutnya kita akan mencoba mengirim e-mai dari user tignov ke user diamond
Uji coba mengirim dan menerima e-mail

  • Login sebagai tignov
  • Klik compose
  • Masukkan diamond pada bagian to
  • Tulis isi surat dengan cuma testing doang....haha
  • Klik send
  • Klik sign out untuk keluar
  • Login lagi sebagai diamond
  • Masukkan username dan password untuk login
  • Maka akan tampil e-mail masuk seperti ini

Selamat, anda telah berhasil membangun sebuah mail server

Membangun WEB Server Pada Linux Redhat 9

Web server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-h
alaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Untuk dapat membangun web server pada redhat, anda harus membangun DNS server nya terlebih dahulu. DNS server yang sudah dibuat itulah yang nantinya akan kita gunakan sebagai domain sebuah web server yang sebentar lagi akan kita bangun.
Seperti biasa, buka terminal dan login sebagai root. Caranya tinggal ketikkan "su" pada terminal (tanpa tanda petik) lalu masukkan password root lalu tekan enter.
  • Buka file httpd.conf dan setting hingga seperti dibawah ini
[root@timalgrib root]# vi /etc/httpd/conf/httpd.conf

  • cari script server admin dan edit menjadi ServerAdmin webmaster@timalgrib.com
  • Lalu cari lagi dibawahnya script ServerName. Tambahkan script ServerName timalgrib.com tepat dibawah script #ServerName new.host.name:80
  •  edit script DocumentRoot menjadi DocumentRoot "/var/www/web".

  • Kemudian cari script UserDir disable. Letaknya ada pada baris ke 373. Beri tanda #  pada script tersebut. Lalu cari lagi dibawahnya script #UserDir public_html dan hilangkan tanda # pada script tersebut. Lihat Gambar

  • Lalu cari lagi script DirectoryIndex. Letaknya ada pada baris ke 409 Tambahkan index.htm dan index.php pada script tersebut


  • Cari script NameVirtualHost pada baris ke 1027. Hilangkan tanda #, lalu edit menjadi timalgrib.com:80
  • Terus lagi ke bawah dan cari lagi script NameVirtualHost yang terletak pada baris ke 1035. Edit scriptnya dan sesuaikan seperti gambar dibawah ini (lumayan banyak sob)
  • Copy file virtualhost yang sudah diedit seperti diatas lalu pastekan tepat dibawah file tadi dan edit seperti gambar dibawah
  • Save file httpd.conf yang sudah diedit dengan menekan tombol insert lalu tekan esc lalu ketik :wq lalu tekan enter.
  • Masuk ke direktori /var/www. Lalu Buat direktori web disana, karena secara default direktori tersebut tidak ada. Direktori ini berguna untuk menyimpan file web server kita

  • ketik service httpd restart
  • Konfigurasi untuk file httpd selesai. Selanjutnya, buatlah file web sederhana yang bernama index.htm dan simpan di direktori /var/www/web. Untuk itu, ketik pada terminal vi /var/www/web/index.htm dan masukkan script ini




  • <html>


  • <body bgcolor="CCCCCC">


  • <h1><marquee>Welcome to timalgrib.com</marquee><h1></br>


  • <p1>Terima kasih telah mengunjungi website kami</p1>


  • </html>


  • Simpan script tersebut dengan menekan tombol insert lalu tekan esc kemudian ketik :wq lalu enter. Restart lah httpd dari terminal dengan mengetik service httpd restart. kemudian buka web browser dan ketikkan alamat timalgrib.com
 


 
  • Coba buka dari client windows XP. Ketikkan alamat yang sama yaitu timalgrib.com pada bagian address bar. maka akan tampil sebagai berikut
  • Bila telah muncul seperti diatas, selamat. Anda telah berhasil membangun web server sederhana pada sebuah jaringan Intranet dengan OS server Redhat 9. Anda dapat mengganti file web diatas dengan file web milik anda sendiri dan letakkan pada direktori /var/www/web. Jangan lupa untuk me-rename halaman homepage nya menjadi index.htm atau index.htm, agar file tersebut dapat dibaca oleh httpd ketika address timalgrib.com dimasukkan.

Sumber : http://tignovharli.blogspot.com/2011/02/membangun-web-server-pada-linux-redhat_2951.html

Dns Server on Centos 6

Asslam’mu alaikum wr.wb
Pembuatan dns server di centos 6 sangatlah berbeda dengan ubuntu.Oke, langsung aj y.. pada kasus kali ini kita akan membuat sebuah dns dengan ketentuan seperti di bawah ini..
host : bara-c0de.org
ip: 192.168.1.7
set configurasi static eth0 dan tambahkan dns nya…
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
NAME=eth0
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.1.7
NETWORK=192.168.1.0
NETMASK=255.255.255.0
BROADCAST=192.168.1.255
PEERDNS=yes
DNS1=192.168.1.7
ONBOOT=yes
oke ane anggap sudah mengesetnya y…

selanjutnya kita tambahkan hostname bara-c0de.org
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/sysconfig/network
NETWORKING=yes
HOSTNAME=bara-c0de.org
sekarang kita tambahkan host yg ingin kita gunakan sebagai dns server
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/hosts
192.168.1.7     bara-c0de.org   bara-c0de
127.0.0.1    localhost.localdomain   localhost
::1     bara-c0de.org   bara-c0de    localhost6.localdomain6 localhost6
Karena saat merestart daemon konfigurasi networknya konflik dengan network manager maka kita matikan terlebih dahulu
[root@bara-c0de ~]# /etc/init.d/NetworkManager stop
[root@bara-c0de ~]# /etc/init.d/network restart
kemudian install bind9nya
[root@bara-c0de ~]# yum install bind*
Tambahakan query pada port 53 di named.conf
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/named.conf
options {
listen-on port 53 { localhost;192.168.1.7; };
#listen-on-v6 port 53 { ::1; };
directory     ”/var/named”;
dump-file     ”/var/named/data/cache_dump.db”;
statistics-file “/var/named/data/named_stats.txt”;
memstatistics-file “/var/named/data/named_mem_stats.txt”;
allow-query     { any; };
recursion yes;
pada tulisan yg tercetak tebal adalah penambahan configurasinya kemudian save.
sekarang kita tambahakan query nya
[root@bara-c0de ~]# nano /etc/named.rfc1912.zones
zone “localdomain.localhost” IN {
    type master;
    file “named.localhost”;
    allow-update { none; };
};
zone “localhost” IN {
type master;
file “named.localhost”;
allow-update { none; };
};
zone “1.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.ip6.arpa” IN {
type master;
file “named.loopback”;
allow-update { none; };
};
zone “1.0.0.127.in-addr.arpa” IN {
    type master;
    file “named.loopback”;
   allow-update { none; };
};
zone “0.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “named.empty”;
allow-update { none; };
};
Nah,sekarang kita ganti text yg tercetak tebal dengan di bawah ini dan kemudian save jika telah selesai.
#ganti untuk localdomain.localhost
zone “bara-c0de.org” IN {
type master;
file “bara.zone”;
allow-update { none; };
};
#ganti untuk yg .10.0.127.in-addr.arpa
zone “1.168.192.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “bara.rev”;
allow-update { none; };
};
sekarang kita buat file bara.zone dan bara.rev nya..masuk ke directori named..
[root@bara-c0de ~]# cd /var/named/
[root@bara-c0de named]# cp named.localhost bara.zone
[root@bara-c0de named]# cp named.loopback bara.rev
ubah konfigurasi bara.zone n bara.rev hingga seperti di bawah ini:
[root@bara-c0de named]# nano bara.zone
$TTL 1D
@ IN SOA bara-c0de.org. root.bara-c0de.org. (
0    ; serial
1D    ; refresh
1H    ; retry
1W    ; expire
3H )    ; minimum
IN    NS    bara-c0de.org.
IN    A    192.168.1.7
www     IN    A    192.168.1.7

[root@bara-c0de named]# nano bara.rev
$TTL 1D
@ IN SOA bara-c0de.org. root.bara-c0de.org. (
0    ; serial
1D    ; refresh
1H    ; retry
1W    ; expire
3H )    ; minimum
IN    NS    bara-c0de.org.
7    IN    PTR     bara-c0de.org.

[root@bara-c0de named]# chgrp named bara.zone
[root@bara-c0de named]# chgrp named bara.rev
save configurasi nya… sekarang  tinggal kita jalankan service dan setting dns nya…
[root@bara-c0de named]# /etc/init.d/named restart
[root@bara-c0de named]# nano /etc/resolv.conf
search bara-c0de.org
nameserver 192.168.1.7
sekarang tinggal test dns server nya..Jika tidak terjadi kesalahan dan tampilan seperti di bawah ini, maka konfigurasi telah  berhasil…
[root@bara-c0de named]# nslookup bara-c0de.org
Server:        192.168.1.7
Address:    192.168.1.7#53
Name:    bara-c0de.org
Address: 192.168.1.7
Nah, itu tadi configurasi dns server on centos 6… selamat mencoba dan semoga bermanfaat..
wassalam’mu alaikum wr.wb