This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 29 Oktober 2012

Tujuan Sistem Akuntansi

Dalam mewujudkan sistem akuntansi yang baik, pada dasarnya harus mengetahui pembangun sistem akuntansi itu sendiri, sistem akuntansi erat hubungannya dengan kerjasama manusia dengan sumber daya lainnya didalam suatu perusahaan untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Tujuan sistem akuntansi merupakan suatu tujuan yang berdasarkan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.
Dari setiap sistem akuntansi yang terdiri dari berbagai sistem mempunyai tujuan yang sama, sistem akuntansi sendiri dibuat oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, maka dari itu untuk lebih jelasnya, tujuan sistem akuntansi dapat dikemukakan dibawah ini.Tujuan Sistem Akuntansi dan Penyusunan Sistem Akuntansi

Tujuan sistem akuntansi yang dikemukakan oleh Mulyadi:

Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi dalam bukunya Mulyadi (2001:20) yang berjudul Sistem Akuntansi mempunyai tujuan sistem akuntansi sebagai berikut :
  1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru
  2. Untuk meningkatkan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya
  3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekkan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reability) informasi akuntansi, dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan
  4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.”
Dari uraian tujuan sistem akuntansi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi merupakan faktor utama pendorong agar manajemen perusahaan dapat menghasilkan informasi akuntansi yang terstruktur dan mengandung arti.

Berdasarkan tujuan sistem akuntansi yang diuraikan diatas memiliki penjelasan, yaitu :

1.   Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
Dalam perusahaan yang baru berjalan sangat dibutuhkan pengembangan sistem akuntansi. Pada perusahaan dibidang dagang, jasa, manufaktur sangat memerlukan pengembangan sistem akuntansi lengkap, hal ini berguna agar kegiatan perusahaan berjalan dengan lancar.
2.   Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada.
Seringkali sistem akuntansi yang berlaku tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, mutu, ketepatan penyajian, dan struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan usaha perusahaan, sehingga dengan sendirinya menuntut sistem akuntansi untuk bisa menghasilkan laporan dengan mutu informasi yang lebih baik dan tepat dalam penyajiannya, dengan struktur informasi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan perusahaan.
3.   Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern.
Akuntansi merupakan pertanggung jawaban kekayaan suatu perusahaan atau organisasi. Dalam hal pengembangan sistem akuntansi selalu digunakan untuk memperbaiki perlindungan terhadap kekayaan perusahaan, sehingga pertanggung jawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik.
4.   Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Dalam hal ini informasi dapat dijadikan sebagai barang ekonomi yang mempunyai banyak manfaat, karena untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya. Jika pengorbanan lebih besar dari manfaatnya, maka sistem yang sudah ada perlu dirancang kembali guna untuk mengurangi pengorbanan sumber daya bagi penyedia informasi tersebut.

Prinsip-Prinsip Umum Penyusunan Sistem Akuntansi

Dalam penyusunan sistem akuntansi terdapat prinsip-prinsip umum, seperti dikemukakan oleh La Midjan dan Azhar Susanto (2001:90) dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi I adalah sebagai berikut :
  1. Menganalisis struktur organisasi
  2. Menganalisis semua transaksi pada perusahaan secara harian maupun bulanan
  3.  Menganalisis pengendalian intern berdasarkan struktur organisasi, uraian tugas, sistem dan prosedur organisasi
  4. Kumpulan catatan berbagai transaksi dalam bentuk formulir, buku, dan catatan-catatan
  5. Menganalisis kegiatan internal cek (uji coba) struktur kegiatan perusahaan
  6. Menganalisis berbagai laporan akuntansi keuangan untuk pihak ekstern yang harus disiapkan dari catatan transaksi, demikian pula laporan akuntansi manajemen untuk pihak intern
  7. Menetapkan secara terus-menerus bagian pengawasan intern secara periodik dan melakukan pengawasan ekstern yang diperlukan.
Dalam penyusunan sistem akuntansi terlebih dahulu dengan kegiatan menganalisis sampai dengan melakukan pengawasan, yang dilakukan secara terus-menerus. Hal tersebut dilakukan agar dalam penyusunan sistem akuntansi dapat berjalan lancar dengan efektif dan efisien.
Demikianlah Tujuan sistem akuntansi dan penyusunan sistem akuntansi, semoga bermanfaat.

Jenis-Jenis Persediaan

Menurut (Harnanto, 1994), bagi perusahaan dagang yang di dalam usahanya adalah membeli dan menjual kembali barang-barang, pada umumnya jenis persediaan yang dimiliki adalah:
  1. persediaan barang dagangan, untuk menyatakan barang-barang yang dimiliki dengan tujuan akan dijual kembali di masa yang akan datang. Barang-barang ini secara fisik tidak akan berubah sampai barang tersebut dijual kembali.
  2. lain-lain persediaan, seperti umumnya supplies kantor dan alat-alat pembungkus dan lain sebagainya. Barang-barang ini biasanya akan dipakai dalam jangka waktu relatif pendek dan akan dibebankan sebagai biaya administratif dan umum atau biaya pemasaran.

Klasifikasi jenis-jenis persediaan

Bagi perusahaan manufaktur yang di dalam usahanya mengubah bentuk atau menambah nilai kegunaan barang, pada umumnya mengklasifikasikan jenis-jenis persediaan ke dalam berbagai kelompok sebagi berikut:
  1. persediaan bahanbaku, untuk menyatakan barang-barang yang dibeli atau diperoleh dari sumber-sumber alam yang dimiliki dengan tujuan untuk diolah menjadi produk jadi. Dalam hal bahanbakuyang digunakan di dalam proses produksi berupa suku cadang dan harus dibeli dari pihak lain, maka barang-barang demikian sering disebut sebagai persediaan suku cadang.
  2. persediaan produk dalam proses, meliputi barang-barang yang masih dalam pengerjaan yang memerlukan pengerjaan lebih lanjut sebelum barang itu dijual. Produk dalam proses, pada umumnya dinilai berdasarkan jumlah harga pokok bahanbaku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang telah dikeluarkan atau terjadi sampai dengan tanggal tertentu.
  3. persediaan produk jadi, meliputi semua barang yang diselesaikan dari proses produksi dan siap untuk dijual. Seperti halnya produk dalam proses, produk jadi pada umumnya dinilai sebesar jumlah harga pokok bahanbaku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang diperlukan untuk menghasilkan produk tersebut.
  4. persediaan bahan penolong, meliputi semua barang-barang yang dimiliki untuk keperluan produksi, akan tetapi tidak merupakan bahanbakuyang membentuk produk jadi, yang termasuk dalam kelompok persediaan ini antara lain minyak pelumas untuk mesin-mesin pabrik, lem, benang untuk menjilid dan buku-buku pada perusahaan percetakan.
  5. lain-lain persediaan, misalnya supplier kantor, alat-alat pembungkus sperti halnya pada perusahaan dagang.Jenis-Jenis Persediaan

Demikianlah jenis-jenis persediaan yang dibutuhkan perusahaan, semoga bermanfaat.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansimerupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.
Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli

  1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
  2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
  3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
  4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
  5. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
  6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi  menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”

Contoh Sistem Informasi Akuntansi

Ada beberapa sistem informasi akuntansi yang sudah dikembangkan oleh berbagai perusahaan. Ada yang mengembangkan secara umum, ada yang mengembangkan berdasarkan kasus per kasus dalam suatu organisasi. Contoh sistem informasi akuntansi yang dikembangkan secara umum adalah: Dec Easy Accounting(DEA) dan MYOB.Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Demikianlah Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli, semoga bermanfaat.

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Sistem akuntansi adalah sistem informasi, atau salah satu subset/subsistem dari suatu sistem informasi organisasi. Menurut buku terjemahan Hall (2001, h.18), “Pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi dapat dilihat dibawah ini.Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

  1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
  2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
  3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.”

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi menurut Mulyadi

Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi akuntansi memiliki empat tujuan dalam penyusunannya, yaitu :
  1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
  2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
  3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
  4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Dari karakteristik dan tujuan sistem akuntansi di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa karakteristik dan tujuan sistem akuntansi berkaitan dengan kegiatan pengelolaan data transaksi keuangan dan non keuangan menjadi informasi yang dapat memenuhi kebutuhan pemakainya (accounting information users).
Sistem informasi akuntansi juga mengalami perkembangan-perkembangan, mulai dari konsep double entry book keeping system yang diperkenalkan oleh Lucas Paciolo pada abad ke-17, sampai saat ini sebagai sistem berbasis komputer, bahkan kini menjadi bagian integral dari keseluruan sistem terpadu yang disebut enterprise information system. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan sistem informasi akuntansi sampai dalam bentuknya sekarang ini antara lain adalah sebagai berikut:
  • Perkembangan sistem pengolahan data dan peralatannya yang memungkinkan sistem informasi akuntansi tidak hanya mampu menyajikan laporan akuntansi keuangan, melainkan juga berbagai informasi akuntansi manajemen dan bahkan laporan-laporan non-keuangan yang sangat penting bagi dukungan pengendalian organisasi.
  • Meningkatnya kompleksitas operasional perusahaan menyebabkan sistem informasi (khususnya informasi akuntansi menjadi makin penting sebagai alat bantu manajemen).
  • Meningkatnya kompleksitas organisasi, multinasional, konglomerasi dan organisasi maya (virtual organization), menyebabkan perlunya perhatian dan kesungguhan untuk membangun, mengelola dan memberdayakan sistem informasi akuntansi menjadi makin meningkat.
  • “Tempo” kegiatan, speed, dan tingkat toleransi pelayanan makin rendah, artinya suatu kesalahan pengambilan keputusan dapat langsung mempunyai damapak yang relatif cukup besar. Karena itu peranan sistem informasi akuntansi dalam menyediakan bahan untuk proses pengambilan keputusan makin penting.
  • Terjadinya globalisasi kegiatan dan makin perlunya sistem informasi akuntansi menjadi media komunikasi bisnis antar lokasi dan antar negara.
  • Sistem informasi akuntansi makin diperlukan untuk memberikan masukan maupun sebagai alat pemicu (trigger) bagi pengembangan sistem informasi manajemen fungsional lainnya.
Demikianlah Tujuan Sistem Informasi Akuntansi semoga bermanfaat.

Perbedaan antara bunga dan bagi hasil

Bagi seorang muslim, sumber nilai dan sumber hukum adalah Al-Quran dan Sunnah Nabi. Konsekuensinya, apapun nilai yang dibutuhkan dalam analisis dan perilaku ekonomi harus bersandar pada kedua sumber nilai tersebut. Ini tercermin dari pandangan Islam mengenai bunga. Uniknya, di kalangan ulama dan cendekiawan Islam masih terjadi polemik apakah bunga sama dengan riba.
Riba menurut bahasa arab berarti tambahan, peningkatan, ekspansi atau pertumbuhan. Menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan (premium) sebagai syarat yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman selain pinjaman pokok. Dalam hal ini, riba memiliki arti yang sama dengan bunga sebagaimana konsensus para fuqaha (Kuncoro 2002:588).
Antonio (2004) menjelaskan bahwa menurut Al-Quran, pandangan Islam mengenai riba dapat dilihat pada kutipan 4 surat dengan beberapa ayat, yang diturunkan dalam empat tahap berikut ini: Surat Ar-Rum ayat 39 menyatakan ”Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia. Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)”. Tahap pertama ini menolak anggapan bahwa pinjaman riba yang pada zahirnya seolah-olah menolong mereka yang memerlukan sebagai suatu perbuatan mendekati taqarrub kepada Allah.
Masih menurut Antonio (2004), ia menyatakan bahwa dalam tahap kedua, riba digambarkan sebagai suatu yang buruk. Allah SWT mengancam akan memberi balasan yang keras kepada orang yahudi yang memakan riba, sebagaimana yang dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 160-161: “Maka disebabkan kezaliman orang-orang yahudi, kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih”.perbedaan antara bunga dan bagi hasil
Tahap ketiga, riba diharamkan dengan dikaitkan kepada suatu tambahan yang berlipat ganda. Para ahli tafsir berpendapat bahwa pengambilan bunga dengan tingkat yang cukup tinggi merupakan fenomena yang banyak dipraktikkan pada masa tersebut. Allah berfirman dalam surat Ali imran ayat 130: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”. Ayat ini turun pada tahun ke-3 Hijriah. Secara umum, ayat ini harus dipahami bahwa kriteria berlipat ganda bukanlah merupakan syarat dari terjadinya riba (jikalau bunga berlipat ganda maka riba, tetapi jikalau kecil bukan riba), tetapi ini merupakan sifat umum dari praktik pembungaan uang pada saat itu (Antonio,2004).
Antonio (2004) mengemukakan bahwa pada tahap terakhir, Allah SWT dengan jelas dan tegas mengharamkan apapun jenis tambahan yang diambil dari pinjaman. Ini adalah ayat terakhir yang diturunkan menyangkut riba yaitu Surat Al-Baqarah 278-279:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka, jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan, jika kamu bertobat (dari pengambilan riba) maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.
Sekali lagi, Islam mendorong praktik bagi hasil serta mengharamkan riba.  Keduanya sama-sama memberi keuntungan bagi pemilik dana, namun keduanya mempunyai perbedaan yang sangat nyata. Perbedaan itu dapat dijelaskan dalam tabel berikut :

Dibawah ini beberapa perbedaan antara bunga dan bagi hasil, yaitu:

Sistem Bunga
Sistem Bagi hasil
Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung
Penentuan besarnya rasio/ nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi
Besarnya persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan
Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh
Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi
tergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. Bila usaha merugi, kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.
Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedang “booming”
Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan.
Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh beberapa kalangan
Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil

Bunga bank dikatan riba’ ialah bunga yang berlipat ganda. Bila bunga hanya dua persen dari modal pinjaman itu, itu tidak berlipat ganda sehingga tidak termasuk riba yang diharamkan oleh agama Islam. Riba’ disini ialah ketika adanya pelipatan ganda terhadap bunga itu sendiri, namun ada juga yang mengatakan bahwa bunga itu riba’ karena apapun yang bertambah dari asalnya dikatakan sebagai riba’. 

Nah demikianlah sedikit tentang perbedaan antara bunga dan bagi hasil, semoga bermanfaat.

Pengertian Pajak Menurut Ahli

Secara umum pajak dapat diartikan sebagai pungutan yang dilakukan oleh pemerintah berdasarkan oleh peraturan perundang-undangan yang hasilnya digunakan untuk pembiayaan pengeluaran umum pemerintah yang balas jasanya tidak langsung dirasakan oleh rakyat. Disamping itu ada beberapa definisi pajak menurut Undang-Undang dan dari berbagai ahli di bidang perpajakan yang pada dasarnya memiliki inti yang sama, pengertian pajak yang dimaksud antara lain:

 Pengertian Pajak Menurut Undang-Undang

1.      Pajak Menurut Pasal 1 angka 1 UU No.28 th 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan:
“Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemamakmuran rakyat”.
2.      Pengertian Pajak Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH., yaitu:
“Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang-Undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar p engeluaran umum”.
Pengertian pajak tersebut kemudian dikoreksinya, dan berbunyi sebagai berikut: “Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment”.
3.     Pengertian Pajak Prof. Dr. P. J. A. Adriani mengemukakan sebagai berikut:
“Pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (Undang-Undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan”.
 Dari Pengertian Pajak tersebut, dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Pembayaran  pajak  harus  berdasarkan   undang-undang  serta  aturan pelaksanaannya
  2. Sifatnya dapat dipaksakan. Hal ini berarti pelanggaran atas aturan perpajakan akan berakibat adanya sanksi
  3. Tidak ada kontra prestasi atau jasa timbal dari negara yang dapat dirasakan langsung oleh pembayar pajak
  4. Pemungutan pajak dilakukan oleh negara baik pusat maupun daerah (tidak boleh dilakukan oleh swasta yang orientasinya adalah keuntungan)
  5. Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah (rutin dan pembangunan) bagi kepentingan umumPengertian Pajak dan Unsur Pajak

Nah demikianlah Pengertian Pajak dan Unsur Pajak, semoga bermanfaat.

Konfigurasi Static dan Dinamic Routing (Menggunakan Protokol EIGRP) Pada Router Cisco


Cisco, siapa yang tidak kenal nama ini, apa lagi orang yang bergelut di bidang IT. Cisco adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IT khususnya adalah hardware, walaupun sekarang sudah banyak mengeluarkan software. Produk unggulan dari Cisco sendri adalah router. Router Cisco terkenal handal dan stabil serta tahan lama. Banyak perusahaan besar yang menggunakan router ini untuk menghubungkan kantor-kantor cabangnya.
Routing sendiri adalah sebuah proses yang berguna untuk meneruskan paket-paket dari sebuah jaringan ke jaringan lainnya, dan biasanya routing ini dilakukan dengan menggunakan router. Pada tulisan ini saya tidak akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari router Cisco, namun saya akan membahas bagaimana cara melakukan static routing dan dinamic routing dalam router Cisco, di mana untuk dinamic routing saya akan menggunakan protokol EIGRP (EIGRP akan dijelaskan nanti). Namun sebelum saya menjelaskan bagaimana melakukan konfigurasi static dan dinamic routing pada router Cisco ada baiknya saya sedikit memaparkan pengertian static dan dinamic routing serta kelebihan dan kekurangannya.
  1. Static routing adalah di mana seorang administrator melakukan routing secara manual. Mendefenisikan setiap network yang akan dihubungkan pada router-router yang akan digunakan.
  2. Dinamic routing adalah dimana administrator hanya melakukan sedikit konfigurasi (bisa dikatakan hanya mengaktifkan rule dinamic routing) pada setiap router yang akan dikomunikasikan, dan untuk kemudian router-router tersebut otomatis akan mendefenisikan network-network yang terhubung.
Beberapa kelebihan dan kekurangan dari static dan dinamic routing adalah sebagai berikut.
  1. Konfigurasi static routing memiliki kompleksitas yang bergantung pada jumlah network yang terhubung, sedangkan dinamic routing tidak, baik besar maupun kecil jumlah network yang akan dihubungkan, konfigurasi pada dinamic routing tetap sederhana.
  2. Jika terjadi pengubahan topologi, maka konfigurasi pada static routing (routing table) harus ditambah, dikurangi atau bahkan harus diubah keseluruhan, sedangkan pada dinamic routing tidak perlu adanya pengubahan pada konfigurasi routing (routing table).
  3. Static routing biasa digunakan pada jaringan dengan skala menengah kebawah, sedangkan dinamic routing biasa digunakan untuk jaringan sekala besar.
  4. Static routing memiliki tingkat keamanan yang baik, sedangkan dinamic routing tidak, karena jika ada seseorang yang menambakan sebuah router di dalam jaringan tersebut, maka router tersebut akan bisa langsung terkoneksi, dan hal itu bisa berbahaya.
  5. Static routing menggunakan sumber daya yang sedikit, baik itu processor, memori, maupun bandwidth, sedangkan dinamic routing menggunakan sumber daya lebih banyak.
Setelah mengerti pengertian, kelebihan dan kekurangan dari static dan dinamic routing, berikutnya akan saya paparkan contoh penerapan dari static dan dinamic routing menggunakan router Cisco. Pada tutorial ini saya menggunakan software Packet Tracert versi 5.3.0.0088.
Klik untuk memperbesar
Diatas terlihat sebuah simulasi jaringan antar kota yang menggunakan router untuk menghubungkan setiap kota. Pada router Medan dan Bali saya menambahkan sebuah modul yang bernama WIC-1T. WIC-1T adalah modul yang dipasangkan pada router Cisco yang digunakan sebagai port serial, sedangkan pada router Jakarta saya menambahkan 2 buah modul WIC-1T, karena router ini berada ditengah-tengah sehingga dibutuhkan 2 buah WIC-1T untuk menghubungkan 2 router lainnya. Berikut ini adalah konfigurasi dasar sebelum routing ditambahkan, baik static atau dinamic pada masing-masing router:
Router Medan:
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname MEDAN
MEDAN(config)#interface fastEthernet 0/0
MEDAN(config-if)#description TO-LAN
MEDAN(config-if)#ip address 192.168.1.254 255.255.255.0
MEDAN(config-if)#no shutdown
MEDAN(config-if)#exit
MEDAN(config)#interface serial 0/0/0
MEDAN(config-if)#description TO-JAKARTA
MEDAN(config-if)#ip address 10.10.1.1 255.255.255.252
MEDAN(config-if)#clock rate 64000
MEDAN(config-if)#no shutdown
MEDAN(config-if)#exit
MEDAN(config)#exit
MEDAN#copy running-config startup-config
Router Jakarta
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname JAKARTA
JAKARTA(config)#interface fastEthernet 0/0
JAKARTA(config-if)#description TO-LAN
JAKARTA(config-if)#ip address 192.168.2.254 255.255.255.0
JAKARTA(config-if)#no shutdown
JAKARTA(config-if)#exit
JAKARTA(config)#interface serial 0/0/0
JAKARTA(config-if)#description TO-MEDAN
JAKARTA(config-if)#ip address 10.10.1.2 255.255.255.252
JAKARTA(config-if)#clock rate 64000
JAKARTA(config-if)#no shutdown
JAKARTA(config-if)#exit
JAKARTA(config)#interface serial 0/1/0
JAKARTA(config-if)#description TO-BALI
JAKARTA(config-if)#ip address 11.11.1.1 255.255.255.252
JAKARTA(config-if)#clock rate 64000
JAKARTA(config-if)#no shutdown
JAKARTA(config-if)#exit
JAKARTA(config)#exit
JAKARTA#copy running-config startup-config
Router Bali
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname BALI
BALI(config)#interface fastEthernet 0/0
BALI(config-if)#description TO-LAN
BALI(config-if)#ip address 192.168.3.254 255.255.255.0
BALI(config-if)#no shutdown
BALI(config-if)#exit
BALI(config)#interface serial 0/0/0
BALI(config-if)#description TO-JAKARTA
BALI(config-if)#ip address 11.11.1.2 255.255.255.252
BALI(config-if)#clock rate 64000
BALI(config-if)#no shutdown
BALI(config-if)#exit
BALI(config)#exit
BALI#copy running-config startup-config
Dengan konfigurasi diatas koneksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
  1. Router Medan dapat berkomunikasi dengan router Jakarta
  2. Router Jakarta dapat berkomunikasi dengan router Bali
  3. Router Medan tidak dapat berkomunikasi dengan router Bali
  4. LAN Medan tidak dapat berkomunikasi dengan LAN Jakarta
  5. LAN Jakarta tidak dapat berkomunikasi dengan LAN Bali
  6. LAN Medan tidak dapat berkomunikasi dengan LAN Bali
Agar semua node bisa saling berkomunikasi maka dilakukanlah routing. Berikut adalah routing dari masing-masing router menggunakan static dan dinamic routing. Untuk menambahkan routingan (routing table), administrator harus masuk ke mode globar configuration nama-router(config)# dengan mengetikkan:
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#
.
1. STATIC SROUTING
1.1   Router Medan
MEDAN>enable
MEDAN#configure terinal
MEDAN(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
MEDAN(config)#ip route 11.11.1.0 255.255.255.252 serial 0/0/0
MEDAN(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
Penjelasan:
MEDAN(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
Routing di atas digunakan agar:
  1. Router Medan bisa berkomunikasi dengan LAN Jakarta.
  2. LAN Medan bisa berkomunikasi dengan LAN Jakarta.
MEDAN(config)#ip route 11.11.1.0 255.255.255.252 serial 0/0/0
Routing di atas digunakan agar:
  1. Router Medan bisa berkomunikasi dengan router Bali
  2. LAN Medan bisa berkomunikasi dengan router Bali
MEDAN(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
Routing di atas digunakan agar:
  1. Router Medan bisa berkomunikasi dengan LAN Bali.
  2. LAN Medan bisa berkomunikasi dengan router Bali
1.2   Router Jakarta
JAKARTA(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
Routing di atas digunakan agar:
  1. Router Jakarta bisa berkomunikasi dengan LAN Medan.
  2. LAN Jakarta bisa berkomunikasi dengan LAN Medan.
JAKARTA(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 serial 0/1/0
Routing di atas digunakan agar:
  1. Router Jakarta bisa berkomunikasi dengan LAN Bali.
  2. LAN Jakarta bisa berkomunikasi dengan LAN Bali.
1.3   Router Bali
BALI(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
Routing di atas digunakan agar:
  1. Router Bali bisa berkomunikasi dengan LAN Medan.
  2. LAN Bali bisa berkomunikasi dengan LAN Medan.
BALI(config)#ip route 10.10.1.0 255.255.255.252 serial 0/0/0
Routing di atas digunakan agar:
  1. Router Bali bisa berkomunikasi dengan router Medan.
  2. LAN Bali bisa berkomunikasi dengan router Medan
BALI(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
Routing di atas digunakan agar:
  1. Router Bali bisa berkomunikasi dengan LAN Jakarta.
  2. LAN Bali bisa berkomunikasi dengan LAN Jakarta.
Ingat, pada 1 router hanya bisa mendefenisikan jalan untuk paket keluar, namun jalan untuk paket masuk tidak bisa. Misalnya, melakukan ping dari LAN Medan ke LAN Jakarta, jika hanya pada router Medan yang dilakukan routing agar bisa menuju LAN Jakarta, ping tidak akan pernah berhasil, karena pada router Jakarta routing untuk menuju LAN Medan tidak ada, jadi paket tidak akan pernah dikirim kembali ke LAN Medan, sehingga ping akan RTO (Request Time Out). Itulah mengapa pada router Medan ada routing yang bertujuan untuk mengenalkan LAN Jakarta, dan begitu juga router Jakarta terdapat routing yang bertujuan untuk mengenalkan LAN Medan, itu dilakukan agar paket bisa pergi dan bisa pulang.
2. ROUTING DINAMIC MENGGUNAKAN PROTOKOL EIGRP
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa routing dinamic bermanfaat untuk jaringan dengan skala besar, dimana routing dinamic bisa membuat kerja administrator menjadi sangat ringan. Walaupun biasanya digunakan dalam skala besar, namun bukan berarti routing dinamic tidak bisa digunakan dalam network skala kecil.
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protokol) adalah salah satu protokol routing yang hanya bisa digunakan di router keluaran Cisco. Dimana protokol routing ini salah satu routing protocol terbaik yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. EIGRP hanya bisa digunakan pada router Cisco.
  2. EIGRP adalah lanjutan dari protkol IGRP.
  3. EIGRP adalah protokol routing dengan sifat Link State, dimana akan melakukan update apabila terdapat perubahan pada topologi jaringan yang mempengaruhi routing table.
  4. Maksimum hop pada EIGRP adalah 250, hop lebih banyak dari RIP yang hanya bisa menampung 15 hop.
  5. EIGRP menggunakan Autonomous System (AS). AS number Adalah nomor identifikasi yang menyatakan bahwa beberapa router berada dalam satu ruang lingkup yang sama sehingga akan bisa melakukan komunikasi. Jika AS number ini berbeda pada router satu dengan yang lainnya, maka router-router tersebut tidak akan bisa berkomunikasi.
  6. EIGRP mendukung VLSM (Variable Lenght Subnet Mask).
Untuk contoh konfigurasinya masih menggunakan contoh pada gambar di atas dimana konfigurasi dasarnya juga sama. berikut ini adalah konfigurasi dari EIGRP pada masing-masing router:
Klik untuk memperbesar
2.1 Router Medan
MEDAN>enable
MEDAN#configure terminal
MEDAN(config)#router eigrp 100
MEDAN(config-router)#network 192.168.1.0
MEDAN(config-router)#network 10.10.1.0
MEDAN(config-router)#exit
MEDAN(config)#exit
MEDAN#copy running-config startup-config
2.2 Router Jakarta
JAKARTA>enable
JAKARTA#configure terminal
JAKARTA(config)#router eigrp 100
JAKARTA(config-router)#network 192.168.2.0
JAKARTA(config-router)#network 10.10.1.0
JAKARTA(config-router)#network 11.11.1.0
JAKARTA(config-router)#exit
JAKARTA(config)#exit
JAKARTA#copy running-config startup-config
2.3 Router Bali
BALI>enable
BALI#configure terminal
BALI(config)#router eigrp 100
BALI(config-router)#network 192.168.3.0
BALI(config-router)#network 11.11.1.0
BALI(config-router)#exit
BALI(config)#exit
BALI#copy running-config startup-config
Bisa kita lihat di atas bahwa saya menggunakan 100 sebagai Autonomous System (AS) atau AS number. AS number ini bebas mau menggunakan berapa saja, yang penting sama antara satu router dengan router lainnya. Namun, jika sudah harus menghubungkan antara router di sebuah negara dengan router di negara lainnya, AS number ini tidak bisa digunakan sembarangan, ada sebuah badan yang mengurusnya, jadi kita harus menyewa AS number ini layaknya sebuah IP public.
Sampai di sini dulu sedikit penjelasan tentang static dan dinamic routing serta cara konfigurasinya, dimana pada dinamic routing saya menggunakan routing protokol EIGRP. Semoga tulisan saya ini bisa membantu bagi Anda yang sedang mempelajari routing, baik static maupun dinamic.

Cara Backup dan Restore Konfigurasi Mozilla Firefox

Cara Backup Konfigurasi Mozilla FirefoxJika Anda adalah pengguna browser Mozilla Firefox dan sering mengutak atik browser Anda, baik itu menambah themes, menambah ad-ons, melakukan konfigurasi, melakukan bookmark, dan lain sebagainya, termasuk save password, tentu akan sangat mengesalkan jika suatu ketika komputer atau laptop yang Anda gunakan mengalami gangguna dan mengharuskan Anda untuk menginstal ulang komputer Anda, karena sudah pasti utak-atik yang sudah Anda lakukan pada browser Anda tadi juga akan hilang. Jika Anda tidak ingin utak-atik yang Anda lakukan pada borwser Anda hilang pada saat komputer atau laptop Anda diinstal ulang, mungkin cara backup dan restore konfigurasi Mozilla Firefox berikut ini dapat membantu Anda.
Cara Backup Konfigurasi
  • Download software MozBackup disini. Software ini lah yang akan digunakan untuk melakukan backup Firefox Anda. Software ini bersifat portable dan tidak perlu diinstal serta gratis.
  • Setelah didownload, ekstrak dan jalankan MozBackup.exe, namun sebelum menjalankan software ini, pastikan browser Anda tidak sedang berjalan.
  • Setelah dijalankan maka akan muncul jendela Welcome, klik saja [Next >]
  • Setelah itu, maka akan muncul jendela [Operation Type]. Pada bagian [Operation] pilih [Backup a profile] karena tahap awal kita akan melakukan backup. Jika Anda juga memiliki browser Mozilla Firefox yang portable maka akan muncul 2 pilihan pada bagian bawah. Karena kita akan melakukan backup untuk Mozilla Firefox yang tidak portable, pilih profile Mozilla yang diinstallkan pada komouter Anda, kemudian klik [Next >].
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (1)
  • Setelah itu akan muncul jendela [Profile Selection]. Untuk profilenya biarkan saja default, sedangkan untuk [save backup to directory] pilih direktori yang Anda inginkan untuk menyimpan file backup nanti. Pada contoh ini filenya saya simpan di direktori D:\. Jika sudah klik [Next >].
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (2)
  • Setelah Anda klik [Next >], maka akan muncul pertanyaan apakah Anda ingin memberikan password pada file backup Anda. Tujuan diberikan password adalah agar tidak sembarang orang bisa menggunakan file backup Anda di komputernya. Karena jika orang tersebut bisa menggunakan file backup Anda yang menyimpan save password Anda, maka akan bisa sangat berbahaya. Maka dari itu klik [Yes].
  • Jika Anda sudah klik [Yes], maka Anda akan diminta untuk memasukkan password sebanyak dua kali. Jika sudah selesai memasukkan password, klik [Ok].
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (3)
  • Jendela selanjutnya yang muncul adalah [Components Selection]. Pilihlah komponen apa saja yang ingin Anda backup, namun saran saya pilihlah semua. Setelah selesai klik [Next >]
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (4)
  • Sesaat setelah Anda mengklik [Next >], maka proses backup pun dilakukan.
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (5)
  • Setelah proses backup selesai, maka akan muncul jendela [Report] yang menjelaskan bahwa proses backup sudah selesai dilakukan. Kemudian klik [Finish] sebagai langkah akhir dari proses backup.
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (6)
  • Jika Anda lihat pada direktori dimana tempat Anda menyimpan file backup tadi, maka Anda akan melihat sebuah file yang berekstensi [.pcv].
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (7)
Cara Restore Konfigurasi
Kalau backup sudah bisa dikalukan dengan baik, berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan restore konfigiurasi yang tadinya sudah dibackup.
  • Buka lagi MozBackup.exe, maka akan terbuka jendela [Welcome], klik [Next >].
  • Akan muncul jendela [Operation Type], pilih [Restore a profile], kemudian langsung klik [Next >].
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (8)
  • Maka muncul jendela [Profile Selection]. Pada [Restore backup from directory] pilihlah dimana file backup tadi disimpan. Karena tadi file backup yang dibuat sudah diberikan password, maka sesaat setelah Anda mengklik [Open], Anda akan langsung dimintai password, masukkan passwordnya, klik [Ok], kemudian klik [Next >]
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (9)
  • Lalu muncul jendela [Components Selection], pilihlah komponen apa saja yang ingin Anda restore. Jika sudah klik [Next >].
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (10)
  • Jika muncul peringatan, klik saja [Yes], setelah itu proses restore pun dilakukan beberapa detik saja.
  • Jendela [Report] akan muncul yang menandakan proses restore sudah selesai. Klik saja [Finish].
Cara Backup Konfigurasi Mozilla Firefox (11)
Demikianlah cara backup dan restore konfigurasi Mozilla Firefox, mungkin cara ini bisa membantu Anda dalam mengatasi masalah Anda. File backup ini juga bisa Anda gunakan dikomputer lain, misalnya di warnet, dikomputer teman, atau yang lainnya, namun jangan lupa untuk menghapus semua file backup Anda jika sudah selesai digunakan, misalnya menghapus cookie, menghapus history, menghapus save password, dan lain-lain, karena bisa saja jejak Anda tadi akan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0

Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6Magnetic tape adalah media penyimpanan data yang memiliki bentuk yaitu pita panjang yang dibuat dari bahan plastic film (mylar). magnetic tape memiliki kerapatan data yang lumayan tinggi (pada jamannya), yaitu 1.250 – 9000 Bpi (Bit Per Inch), sedang pada standarnya kerapatan data yang dipakai yaitu 800 atau 1600 Bpi. Waktu dalam melakukan baca atau tulis pada magnetic tape yaitu 75 – 200 inchi per detik. Pada umumnya magnetic tape mempunyai lebar pita 0,5 inchi dengan tebal pita 0,15 inchi (3,88mm) atau 0,25 inchi (6,4mm). Panjang pita bermacam-macam, mulai 300, 600, 1200, sampai 2400 feet per reel.
Metode penyimpanan pada magnetic tape yang dipakai dapat menggunakan metode blocking (dipisahkan oleh Inter Block Gap/IBG ) atau tidak dengan blocking (dipisahkan oleh Inter Record Gap/IRG). Lebar IRG antara 0,12 – 0,6 inchi, sedang lebar IBG berkisar 0,3 – 0,75 inchi. Kekurangan pada magnetic tape ini adalah sensitif dengan distorsi, debu, kelembaban, magnet, dan suhu yang tinggi. Kekurangan lain dari magnetic tape adalah akses baca dan tulinya menggunakan cara sequential dengan transfer rate relatif lambat. Jadi jika akan mengakses suatu data, harus diakses dari atas ke bawah, maka akan sangat lambat jika ingin mengakses data yang berada dibawah.
banyaknya track pada magnetic tape yaitu 7 atau 9 track. Tape 7 track dipakai pada tape dengan kode BCD, track ke-0 sampai ke-5 dipakai guna penulisan karakter sedangkan track ke-6 dipakai untuk bit paritas. Kalau tape 9 track Dimanfaatkan pada tape dengan kode EBCDIC. Track ke-0 sampai ke-7 berguna untuk melakukan penulisan karakter, track ke-8 dipakai untuk bit paritas. Bit paritas dimanfaatkan untuk melakukan cek kesalahan, yang bisa dipilih, jenis odd check atau even check.
Contoh yang tergolong media magnetic tape yaitu pita kaset dan real tape. Teknologi baru pada magnetic tape semakin meningkat dengan ciri kualitas head semakin baik, data density semakin tinggi, Gap semakin sempit. Namun saat ini magnetic tape sudah jarang digunakan, mungkin disebabkan karena sudah banyaknya media yang lebih baik, bisa akses dengan cara random dan tahan terhadap segala kondisi.
Kembali ke judul yaitu program menghitung waktu akses media penyimpanan magnetic tape menggunakan Visual Basic 6.0. Pada posting ini saya akan memaparkan sebuah program aplikasi yang dibuat menggunakan program  Visual Basic 6.0, dimana program ini adalah hasil dari kerja sama tim saya dan teman-teman saya yaitu: Riri Indriati Purba, Fitri Yutari Hidayah, Sova Arnanda Putri, Fitri Alia, Liza Alfira Ali, Sintha Anastasia Lubis, Nurhayani, Firda Septia. Pengerjaan projek bertujuan untuk penyelesaian projek akhir mata kuliah Teknik Pemodelan dan Simulasi yang dibimbing oleh dosen kami Bapak Drs. Dahlan Sitompul, M. Eng.
Program ini berutujuan untuk menghitung kapasitas penyimpanan dan waktu akses dalam magnetic tape. Kenapa kami membuat program ini? sementara seperti yang kita ketahui bahwa magnetic tape tidak lagi digunakan pada saat ini. Alasan kami adalah bahwa di kampus kami, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara, pada mata kuliah Sistem Berkas, magnetic tape masih dibahas dimana dosen pembimbingnya adalah Ibu Dian Rachmawati, S.Si, M.Kom yang menjelaskan bagaimana cara kerjanya, bagaimana cara aksesnya, cara menghitungnya, dan lain-lain, namun tidak dibahas dimana belinya :D .
Untuk kapasistas penyimpanan dan waktu akses dari magnetic tape rumusnya adalah sebagai berikut:
Kapasitas Penyimpanan
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (1)
Waktu Akses
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (2)
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa program ini dibuat dengan menggunakan Visual Basic 6.0 dan menggunakan MySQL untuk databasenya, kenapa menggunakan database? Karena menggunakan grafik, dimana grafiknya mengambil data dari database. Oke cukup kata-kata pembukanya, pegel juga ngetiknya :D . Berikut ini penjelasan bagaimana cara menjalankan program menghitung waktu akses media penyimpanan magnetic tape menggunakan Visual Basic 6.0 yang sudah kami buat ini:
  • Download/beli/pinjam/minta dan install software yang dibutuhkan untuk mendukung pembuatan dan menjalan program ini di komputer Anda, yaitu:
  1. Microsoft Visual Studio 6.0 dimana di dalamnya terdapat Microsoft Visual Basic 6.0.
  2. Connector ODBC yang akan menghubungkan Visual Basic dengan MySQL (http://dev.mysql.com/downloads/connector/odbc/).
  3. XAMPP (http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html).
  4. Untuk program penghitung kapasitas penyimpanan dan waktu akses dan  bisa didownload di link ini: (http://www.4shared.com/zip/-roeeobl/Program_Menghitung_Kapasistas_.html). Di dalamnya juga suda terdapat database dengan nama folder [magnetic_tape] yang harus di-copy ke direktori [C:\xampp\mysql\data].
  • Saya anggap semua selesai didownload dan diinstal.
  • Jalankan MySQL dari XAMPP Control Panel.
  • Lakukan konfigurasi ODBC dari [Start] > [Control Panel] > [Administrative Tools] > [Data Source (ODBC)]. Maka akan muncul jendela [ODBC Data Source Administrator] seperti berikut ini:
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (3)
  • Klik [Add] maka akan muncul jendela [Create New Data Source].
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (4)
  • Scroll jendela ke bawah dan pilih [MySQL ODBC 5.1 Driver], klik [Finish].
  • Maka akan muncul jendela [MySQL Connector/ODBC Data Source Configuration] seperti ini:
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (5)
  • Isikan parameter yang dibutuhkan, berikut ini caranya:
  1. Pada [Data Source Name] isikan dengan [magnetic_tape].
  2. Pada [Description] isikan terserah Anda, misalnya [Ilmu Komputer USU].
  3. Pada [TCP/IP Server] isikan dengan [localhost] karena kita menggunakan koneksi lokal.
  4. Pada [User] isikan [root].
  5. Pada [Password] kosongkan saja.
  6. Pada [Database] klik dropdown-nya, jika memang tidak ada masalah dan langkah-langkah diatas semua sudah benar, maka akan muncul nama-nama database yang ada di MySQL yang Anda miliki, termasuk database [magnetic_tape] yang sudah Anda copy tadi ke direktori [C:\xampp\mysql\data]. Maka dari itu pilihlah [magnetic_tape].
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (6)
  • Klik [Test], jika berhasil maka akan muncul kotak dialog kecil yang memberikan informasi bahwa koneksi sukses.
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (7)
  • Klik [Ok] > [Ok].
  • Selesai sudah konfigurasi Connector ODBC.
  • Selanjutnya adalah mencoba menjalankan programnya.
  • Silahkan buka file [magnetic_tape.exe] yang ada di dalam folder yang sudah Anda downoadi tadi.
  • Jika koneksi antara aplikasi dan MySQL sudah berhasil, maka aplikasi akan terbuka tanpa ada pesan error. Jika berhasil maka akan terlihat seperti ini:
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (8)
  • Untuk melihat performa aplikasi silahkan masukkan data yang diminta.
  • Jika sudah selesai memasukkan data, tekan tombol [PROSES]. Jika ingin me-reset data tekan tombol [RESET].
  • Setelah ditekan tombol [PROSES] maka data akan dikirim ke database utnuk disimpan, ini ditandakan dengan munculnya kotak dialog seperti ini.
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (9)
  • Juga setelah ditekan tombol [PROSES] maka muncul berapa kapasitasnya dan berapa waktu aksesnya. Contohnya seperti pada gambar berikut ini.
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (10)
  • Untuk melihat grafiknya Anda harus menginputkan data secara manual satu persatu untuk 4 koordinat X dan Y. Namun, koordinat-koordinat tersebut (yaitu Kecepatan Akses dan Waktu Akses) bisa Anda lihat pada tabel yang ada diatas form inputannya, dimana data tabel tersebut diambil dari database hasil inputan Anda tadi. Jadi, jika ingin melihat grafiknya, Anda harus melakukan inputan minimal 4 kali sesuai dengan banyak form isian.
  • Setelah Anda melakukan inputan untuk Kecepatan Akses dan Waktu Akses sebanyak 4 kali, maka tekan tombol [Lihat Grafik], maka grafik pun akan terlihat seperti pada contoh dibawah ini.
Program Menghitung Kapasistas dan Waktu Akses Media Penyimpanan Magnetic Tape Menggunakan Visual Basic 6.0 (11)
Demikianlah program sederhana yang kami buat untuk memenuhi penyelesaian projek Teknik Pemodelan dan Simulasi. Terimakasih kepada Allah SWT, Dosen Pembimbing, Orang Tua, dan semua pihak yang sudah mendukung dalam penyelsaian projek ini. Program ini masih jauh dari sempurna, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan sekali lagi terima kasih dan jangan lupa berikan komentar Anda :) .

Cara Membagi Atau Sharing Koneksi Internet

Cara Membagi Atau Sharing Koneksi Internet: Pernahkah Anda berfikir bagaimana caranya agar 2 atau lebih komputer dirumah, dikantor atau disekolah Anda bisa mendapatkan koneksi internet namun sumbernya hanya satu, apakah itu modem kabel yang menggunakan line telepon seperti Speedy, wifi, atau USB modem, pasti pernahkan? Itu bisa dilakukan, bahkan untuk melakukannya tidak membutuhkan keahlian jaringan komputer yang khusus, saya yakin semua orang termasuk Anda pasti bisa melakukannya.

ARTIKEL INI SUDAH SAYA PINDAHKAN KE
CARA MEMBAGI ATAU SHARING KONEKSI INTERNET

Pada artikel jaringan komputer kali ini, akan dijelaskan langkah demi langkah bagaimana cara membagi atau sharing koneksi internet dengan 2 buah PC. Koneksi yang saya gunakan adalah modem Evdo dari SMART. Namun sebelum kita melakukan tutorial ini, saya harapkan terlebih dahulu Anda membaca artikel ini Membangun Jaringan Komputer Sederhana Dengan 2 Buah Komputer agar saya tidak menjelaskannya dari awal.
Baik, saya anggap Anda sudah membaca artikel yang saya sarankan diatas, dan 2 buah PC, yaitu A dan B sudah terhubung dengan baik. Dan juga saya perlu beritahukan bahwa komputer yang langsung terhubung dengan modem adalah komputer A.
Pertama kita lakukan setting dahulu pada komputer A. setting yang kita lakukan adalah sebagai berikut:
  • Masuk ke [Start] > [Connect to] > [Show all connections]
  • Klik kanan pada koneksi yang ingin Anda bagi lalu klik [Properties]. Pada contoh ini saya gunakan [Wireless Terminal].
  • Masukklah ke tab [Advanced].
  • Berikanlah centang pada [Allow other network users to connect throught this komputer's Internet connection].
  • Pada [Home networking connection], pilih [Local Area Connection].
  • Setelah selesai klik [Ok]. Komputer A sudah selesai kita setting dan koneksi kini sudah terbagi dengan ditandakannya ada gambar tangan pada koneksi yang sudah kita bagi.
Selanjutnya yang kita lakukan adalah melakukan setting pada komputer B. yang harus kita lakukan cuma sedikit, yaitu:
  • Masuk ke [Start] > [Connect to] > [Show all connections].
  • Klik kanan pada [Local Area Connection], lalu pilih [Properties].
  • Pilih [Internet Protocol (TCP/IP)], lalu klik [Properties].
  • Jika Anda sudah melakukan tutorial pada artikel yang saya sarankan diatas, maka Anda akan melihat settingan sebagai berikut:
  • Yang perlu kita tambahkan adalah [Default gateway] dan [Preferred DNS server].
  • Pada [Default gateway] masukkan IP address komputer yang langsung terhubung ke internet yaitu komputer A dengan IP address: 192.168.0.1. begitu juga dengan [Preferred DNS server], masukkan IP address komputer A, sehingga menjadi:
  • Jika sudah selesai klik [Ok].
  • Settingan pada komputer B sudah selesai.
Baiklah, semua settingan sudah kita lakukan dan saatnya untuk mencoba. Lakukanlah ping ke sebuah situs misalnya Google dari komputer B. Kalau belum tahu bagaimana cara melakukan ping, silahkan klik link berikut ini: Perintah Jaringan Dasar Pada Windows. Jika tidak ada balasan, coba cek mulai dari kabel yang menghubungkan komputer A dan komputer B, cek koneksi internet pada komputer A apakah sudah terhubung ke internet atau belum, cek juga settingan Anda, mungkin ada yang keliru, atau lakukan Restart.
Itulah bagaimana cara membagi atau sharing koneksi internet, semoga bermanfaat dan selamat belajar.