Dalam mewujudkan sistem akuntansi yang baik, pada dasarnya harus mengetahui pembangun sistem akuntansi itu sendiri, sistem akuntansi
erat hubungannya dengan kerjasama manusia dengan sumber daya lainnya
didalam suatu perusahaan untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Tujuan sistem akuntansi merupakan suatu tujuan yang berdasarkan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.
Dari setiap sistem akuntansi yang
terdiri dari berbagai sistem mempunyai tujuan yang sama, sistem
akuntansi sendiri dibuat oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya,
maka dari itu untuk lebih jelasnya, tujuan sistem akuntansi dapat dikemukakan dibawah ini.
Tujuan sistem akuntansi yang dikemukakan oleh Mulyadi:
Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi dalam bukunya Mulyadi (2001:20) yang berjudul Sistem Akuntansi mempunyai tujuan sistem akuntansi sebagai berikut :- Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru
- Untuk meningkatkan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya
- Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekkan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reability) informasi akuntansi, dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan
- Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.”
Dari uraian tujuan sistem akuntansi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi merupakan faktor utama pendorong agar manajemen perusahaan dapat menghasilkan informasi akuntansi yang terstruktur dan mengandung arti.
Berdasarkan tujuan sistem akuntansi yang diuraikan diatas memiliki penjelasan, yaitu :
1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
Dalam perusahaan yang baru berjalan
sangat dibutuhkan pengembangan sistem akuntansi. Pada perusahaan
dibidang dagang, jasa, manufaktur sangat memerlukan pengembangan sistem
akuntansi lengkap, hal ini berguna agar kegiatan perusahaan berjalan
dengan lancar.
2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada.
Seringkali sistem akuntansi yang berlaku
tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, mutu, ketepatan penyajian,
dan struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Hal ini disebabkan
oleh perkembangan usaha perusahaan, sehingga dengan sendirinya menuntut
sistem akuntansi untuk bisa menghasilkan laporan dengan mutu informasi
yang lebih baik dan tepat dalam penyajiannya, dengan struktur informasi
yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan perusahaan.
3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern.
Akuntansi merupakan pertanggung jawaban
kekayaan suatu perusahaan atau organisasi. Dalam hal pengembangan sistem
akuntansi selalu digunakan untuk memperbaiki perlindungan terhadap
kekayaan perusahaan, sehingga pertanggung jawaban terhadap penggunaan
kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik.
4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Dalam hal ini informasi dapat dijadikan
sebagai barang ekonomi yang mempunyai banyak manfaat, karena untuk
memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya. Jika
pengorbanan lebih besar dari manfaatnya, maka sistem yang sudah ada
perlu dirancang kembali guna untuk mengurangi pengorbanan sumber daya
bagi penyedia informasi tersebut.
Prinsip-Prinsip Umum Penyusunan Sistem Akuntansi
Dalam penyusunan sistem akuntansi terdapat prinsip-prinsip umum, seperti dikemukakan oleh La Midjan dan Azhar Susanto (2001:90) dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi I adalah sebagai berikut :
- Menganalisis struktur organisasi
- Menganalisis semua transaksi pada perusahaan secara harian maupun bulanan
- Menganalisis pengendalian intern berdasarkan struktur organisasi, uraian tugas, sistem dan prosedur organisasi
- Kumpulan catatan berbagai transaksi dalam bentuk formulir, buku, dan catatan-catatan
- Menganalisis kegiatan internal cek (uji coba) struktur kegiatan perusahaan
- Menganalisis berbagai laporan akuntansi keuangan untuk pihak ekstern yang harus disiapkan dari catatan transaksi, demikian pula laporan akuntansi manajemen untuk pihak intern
- Menetapkan secara terus-menerus bagian pengawasan intern secara periodik dan melakukan pengawasan ekstern yang diperlukan.
Dalam penyusunan sistem akuntansi
terlebih dahulu dengan kegiatan menganalisis sampai dengan melakukan
pengawasan, yang dilakukan secara terus-menerus. Hal tersebut dilakukan
agar dalam penyusunan sistem akuntansi dapat berjalan lancar dengan efektif dan efisien.
Demikianlah Tujuan sistem akuntansi dan penyusunan sistem akuntansi, semoga bermanfaat.






0 komentar:
Posting Komentar