ditulis pada 5 Oktober 2012

Salah satu lauk tradisional yang
digemari oleh masyarakat kita adalah tahu. Penganan berbahan dasar kedelai ini
memiliki rasa yang gurih dan bergizi tinggi.
Tapi ternyata proses pembuatannya
menghasilkan dua limbah sekaligus, yaitu limbah padat dan limbah cair. Pada
umumnya, limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sementara itu, limbah
cair dibuang langsung ke lingkungan. Limbah cair pabrik tahu ini memiliki kandungan
senyawa organik yang tinggi. Tanpa proses penanganan yang baik, limbah tahu
akan menyebabkan dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tidak
sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan
sekitar.
Sayangnya, pabrik tahu skala rumah tangga di Indonesia tidak banyak yang memiliki proses pengolahan limbah cair. Ini karena proses penanganannya sangat rumit dan butuh biaya tambahan.
Sebenarnya, jika kita mau sedikit berusaha, limbah cair dari tahu ini bisa diolah menjadi biogas. Ini karena limbah itu memiliki kandungan senyawa organik tinggi yang memiliki potensi untuk menghasilkan biogas melalui proses an-aerobik. Pada umumnya, biogas mengandung 50%-80% metana, karbon dioksida, hidrogen sulfida, dan sedikit air yang bisa dijadikan sebagai pengganti minyak tanah atau LPG. Dengan mengonversi limbah cair pabrik tahu menjadi biogas, pemilik pabrik tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatannya dengan mengurangi konsumsi bahan bakar pada proses pembuatan tahu.
Sayangnya, pabrik tahu skala rumah tangga di Indonesia tidak banyak yang memiliki proses pengolahan limbah cair. Ini karena proses penanganannya sangat rumit dan butuh biaya tambahan.
Sebenarnya, jika kita mau sedikit berusaha, limbah cair dari tahu ini bisa diolah menjadi biogas. Ini karena limbah itu memiliki kandungan senyawa organik tinggi yang memiliki potensi untuk menghasilkan biogas melalui proses an-aerobik. Pada umumnya, biogas mengandung 50%-80% metana, karbon dioksida, hidrogen sulfida, dan sedikit air yang bisa dijadikan sebagai pengganti minyak tanah atau LPG. Dengan mengonversi limbah cair pabrik tahu menjadi biogas, pemilik pabrik tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatannya dengan mengurangi konsumsi bahan bakar pada proses pembuatan tahu.
PENGELOLAAN LIMBAH TAHU CAIR
1. Biogas
Biogas yang dimanfaatkan dari limbah tahu itu berupa gas metan yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Pengolahan limbah dari kapasitas produksi tahu sebanyak 2.100 kilogram per hari menghasilkan biogas sebanyak 63 meter kubik per hari. Jika kebutuhan energi untuk satu kepala keluarga sekitar dua meter kubik, dengan 63 meter kubik gas metan bisa dimanfaatkan untuk 32 kepala keluarga.
Apabila dihitung penghematan terhadap minyak tanah, satu meter kubik biogas setara dengan 0.62 meter kubik liter. Jadi, penghematan minyak tanah dengan adanya biogas mencapai 39 liter per hari.
Selain itu, pemanfaatan biogas dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 1438.5 kilogram per hari untuk gas metan sebesar 57.54 kilogram per hari. Pemanfaatan gas metan yang dihasilkan bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti memasak dan penerangan
Terserapnya emisi yang dihasilkan dari limbah tahu ini bisa menyebabkan penurunan beban pencemaran hingga 90 persen. Dengan memanfaatkan emisi yang dihasilkan limbah tahu cair, kita berarti sudah mengurangi efek gas rumah kaca.
1. Biogas
Biogas yang dimanfaatkan dari limbah tahu itu berupa gas metan yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Pengolahan limbah dari kapasitas produksi tahu sebanyak 2.100 kilogram per hari menghasilkan biogas sebanyak 63 meter kubik per hari. Jika kebutuhan energi untuk satu kepala keluarga sekitar dua meter kubik, dengan 63 meter kubik gas metan bisa dimanfaatkan untuk 32 kepala keluarga.
Apabila dihitung penghematan terhadap minyak tanah, satu meter kubik biogas setara dengan 0.62 meter kubik liter. Jadi, penghematan minyak tanah dengan adanya biogas mencapai 39 liter per hari.
Selain itu, pemanfaatan biogas dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 1438.5 kilogram per hari untuk gas metan sebesar 57.54 kilogram per hari. Pemanfaatan gas metan yang dihasilkan bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti memasak dan penerangan
Terserapnya emisi yang dihasilkan dari limbah tahu ini bisa menyebabkan penurunan beban pencemaran hingga 90 persen. Dengan memanfaatkan emisi yang dihasilkan limbah tahu cair, kita berarti sudah mengurangi efek gas rumah kaca.
PENGELOLAAN LIMBAH TAHU PADAT
1. Tepung dan Krupuk
Limbah tahu padat yang masih memiliki kandungan protein bisa dibuat tepung. Jika ditambah dengan tepung tapioka, 10 kilogram ampas tahu, misalnya, bisa menjadi 13 kilogram kerupuk.
1. Tepung dan Krupuk
Limbah tahu padat yang masih memiliki kandungan protein bisa dibuat tepung. Jika ditambah dengan tepung tapioka, 10 kilogram ampas tahu, misalnya, bisa menjadi 13 kilogram kerupuk.
2. Pakan Ternak
Seperti kita ketahui, limbah padat dari pengolahan tahu yang berupa ampas bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Sayangnya, belum banyak peternak yang memanfaatkan ampas tahu ini sebagai pakan tambahan bagi ternaknya, selain konsentrat. Padahal pakan dari ampas tahu ini mengandung banyak protein. Bahkan, pertumbuhan ternak yang diberi pakan ampas tahu lebih cepat. Ini tentu saja menguntungkan peternak karena waktu untuk merawat ternaknya bisa lebih cepat.
Selama ini, stok ampas tahu masih melimpah. Harganya pun masih sangat murah. Lebih ekonomis dibanding konsentrat. Jadi, pakan ternak dari ampas tahu ini memiliki harga yang masih sangat menguntungkan bagi para peternak.
Adapun ternak yang bisa diberi pakan dari ampas tahu ini sebagai berikut.
Seperti kita ketahui, limbah padat dari pengolahan tahu yang berupa ampas bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Sayangnya, belum banyak peternak yang memanfaatkan ampas tahu ini sebagai pakan tambahan bagi ternaknya, selain konsentrat. Padahal pakan dari ampas tahu ini mengandung banyak protein. Bahkan, pertumbuhan ternak yang diberi pakan ampas tahu lebih cepat. Ini tentu saja menguntungkan peternak karena waktu untuk merawat ternaknya bisa lebih cepat.
Selama ini, stok ampas tahu masih melimpah. Harganya pun masih sangat murah. Lebih ekonomis dibanding konsentrat. Jadi, pakan ternak dari ampas tahu ini memiliki harga yang masih sangat menguntungkan bagi para peternak.
Adapun ternak yang bisa diberi pakan dari ampas tahu ini sebagai berikut.
a. Sapi
Pemanfaatan ampas tahu sangat efektif, apalagi untuk sapi potong. Pertambahan berat badannya akan lebih cepat. Selain pertumbuhan lebih cepat, karkasnya bisa mencapai 60% dari berat sapi hidup. Biasanya, pakan ini dicampur dengan bekatul dan diberi air. Lebih baik lagi jika dicampur dengan ketela yang telah dicacah.
b. Babi
Babi yang diberi makan ampas tahu akan lebih cepat tumbuh karena kebutuhan protein dan gizinya terpenuhi. Hewan ini memang senang makan ampas tahu. Bahkan, ampas yang sudah berhari-hari pun dilahapnya. Untuk sementara ini, penggunaan ampas tahu pada ternak babi paling besar dibanding pada ternak-ternak yang lain.
c. Kambing
Selain mempercepat berat badan, ampas tahu ini bisa membuat rambut kambing lebih mengilat dan halus. Dengan asupan gizi dari ampas tahu ini, produksi daging ataupun susu kambing akan mengalami peningkatan.
d. Kelinci
Kelinci yang diberi pakan ampas tahu juga mempunyai berat dan ukuran yang cukup signifikan. Apalagi buat kelinci pedaging, daging yang dihasilkan lebih banyak. Bulunya pun menjadi bersih.
e. Bebek
Pada bebek, ampas tahu ini dapat diberikan sebagai pengganti konsentrat. Ini tentu saja bisa menekan biaya pemeliharaan. Ampas ini juga bisa membuat bebek lebih cepat tumbuh dan banyak bertelur.
f. Bandeng
Pakan ternak dari ampas tahu ini memang jarang digunakan untuk peternakan bandeng. Tapi para pengelola tambak di daerah pesisir utara sudah mulai menggunakannya. Mereka lebih memilih ampas tahu karena harga pelet makin lama semakin melambung.
Pemanfaatan ampas tahu sangat efektif, apalagi untuk sapi potong. Pertambahan berat badannya akan lebih cepat. Selain pertumbuhan lebih cepat, karkasnya bisa mencapai 60% dari berat sapi hidup. Biasanya, pakan ini dicampur dengan bekatul dan diberi air. Lebih baik lagi jika dicampur dengan ketela yang telah dicacah.
b. Babi
Babi yang diberi makan ampas tahu akan lebih cepat tumbuh karena kebutuhan protein dan gizinya terpenuhi. Hewan ini memang senang makan ampas tahu. Bahkan, ampas yang sudah berhari-hari pun dilahapnya. Untuk sementara ini, penggunaan ampas tahu pada ternak babi paling besar dibanding pada ternak-ternak yang lain.
c. Kambing
Selain mempercepat berat badan, ampas tahu ini bisa membuat rambut kambing lebih mengilat dan halus. Dengan asupan gizi dari ampas tahu ini, produksi daging ataupun susu kambing akan mengalami peningkatan.
d. Kelinci
Kelinci yang diberi pakan ampas tahu juga mempunyai berat dan ukuran yang cukup signifikan. Apalagi buat kelinci pedaging, daging yang dihasilkan lebih banyak. Bulunya pun menjadi bersih.
e. Bebek
Pada bebek, ampas tahu ini dapat diberikan sebagai pengganti konsentrat. Ini tentu saja bisa menekan biaya pemeliharaan. Ampas ini juga bisa membuat bebek lebih cepat tumbuh dan banyak bertelur.
f. Bandeng
Pakan ternak dari ampas tahu ini memang jarang digunakan untuk peternakan bandeng. Tapi para pengelola tambak di daerah pesisir utara sudah mulai menggunakannya. Mereka lebih memilih ampas tahu karena harga pelet makin lama semakin melambung.
Sumber: Disadur dari onlinebuku.com,
antaranews.com, dan tanipos.com
http://www.sobatbumi.com/solusi/view/278/Tips-Pemanfaatan-Air-Limbah-Pembuatan-Tahu






0 komentar:
Posting Komentar